PLN UP2K Perluas Jaringan Listrik di Empat Kabupaten Papua Tengah, Targetkan Ribuan Pelanggan Baru

PT PLN (Persero) UP2K Papua Tengah gencar perluas jaringan listrik di empat kabupaten, yakni Dogiyai, Deiyai, Paniai, dan Nabire, menargetkan ribuan calon pelanggan baru untuk meningkatkan rasio elektrifikasi wilayah tersebut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PLN UP2K Perluas Jaringan Listrik di Empat Kabupaten Papua Tengah, Targetkan Ribuan Pelanggan Baru
PT PLN (Persero) UP2K Papua Tengah gencar perluas jaringan listrik di empat kabupaten, yakni Dogiyai, Deiyai, Paniai, dan Nabire, menargetkan ribuan calon pelanggan baru untuk meningkatkan rasio elektrifikasi wilayah tersebut. (AntaraNews)

PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Papua Tengah tengah menyiapkan perluasan jaringan listrik di empat kabupaten. Langkah ini diambil untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di wilayah Dogiyai, Deiyai, Paniai, dan Nabire. Program ini diharapkan dapat menjangkau ribuan calon pelanggan baru di kampung-kampung terpencil.

Perluasan jaringan listrik ini menggunakan sistem grid, yang menyambungkan kabel dari jaringan listrik yang sudah tersedia menuju lokasi yang belum terlayani. Selain itu, pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) juga menjadi bagian dari upaya pemerataan akses listrik. Seluruh rencana pembangunan ditargetkan dapat terealisasi pada tahun ini.

Tim Leader Perencanaan Listrik Desa PLN UP2K Papua Tengah, Viktori Bunga Bongga, menyatakan bahwa perluasan ini merupakan komitmen PLN dalam melayani kebutuhan listrik masyarakat. Tantangan geografis yang ekstrem di Papua Tengah menjadi salah satu hambatan utama, namun PLN terus berupaya mencari solusi inovatif. Dengan adanya program ini, diharapkan rasio elektrifikasi di Papua Tengah akan meningkat signifikan.

Perluasan Jaringan Sistem Grid Jangkau Ribuan Pelanggan

Viktori Bunga Bongga menjelaskan bahwa perluasan jaringan dengan sistem grid ini berpotensi menjangkau 2.283 calon pelanggan di kampung-kampung terpencil. Sistem grid memanfaatkan jaringan distribusi listrik yang sudah ada, berbeda dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang berdiri sendiri. Di wilayah Nabire, pengembangan jaringan akan memanfaatkan pasokan dari Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Nabire.

Sementara itu, wilayah Dogiyai, Deiyai, dan Paniai akan terhubung dalam satu sistem yang bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Deiyai. “Kalau Dogiyai, Deiyai, dan Paniai semuanya berada dalam satu sistem pembangkit, yaitu PLTD yang berpusat di Deiyai. Kampung yang berada di dekat jaringan existing tetapi belum tersentuh listrik akan disambungkan kabelnya,” ujar Viktori. Material pembangunan seperti tiang listrik, kabel, transformator, dan komponen pendukung lainnya saat ini sedang dalam proses pengadaan, dengan harapan pekerjaan dapat dimulai tahun ini.

Tantangan Geografis Ekstrem di Papua Tengah

Pembangunan jaringan listrik desa di Papua Tengah menghadapi tantangan geografis yang tidak mudah. Sebagian besar lokasi berada di daerah pegunungan dan pelosok, dengan akses yang sulit. Viktori Bunga Bongga mengakui bahwa medan di sana memang ekstrem.

Ia menceritakan pengalaman tim PLN yang harus membawa tiang listrik secara manual menyeberangi sungai. Hal ini terjadi ketika akses jalan maupun jembatan tidak tersedia atau putus. “Medannya memang ekstrem. Pernah saat tidak ada akses jalan atau jembatan putus, tiang-tiang listrik kami seberangkan manual lewat sungai,” katanya.

Pembangunan PLTS dan Peningkatan Rasio Elektrifikasi

Selain perluasan jaringan grid, PLN UP2K Papua Tengah juga menyiapkan pembangunan enam unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) tahun ini. PLTS ini akan dibangun di Distrik Jita, Kabupaten Mimika, untuk memperluas akses listrik bagi tujuh kampung terpencil di wilayah tersebut. Pembangunan enam PLTS tersebut diproyeksikan melayani 1.136 calon pelanggan baru.

Dengan demikian, total calon pelanggan baru yang ditargetkan memperoleh akses listrik melalui program listrik desa mencapai 3.419 pelanggan di Papua Tengah. Apabila seluruh rencana pembangunan listrik desa tahun 2026 dapat direalisasikan, rasio elektrifikasi PLN di Papua Tengah diperkirakan meningkat dari 53,01 persen menjadi 53,9 persen. Secara keseluruhan, rasio elektrifikasi total di Papua Tengah diproyeksikan naik dari 94,7 persen menjadi 95,5 persen.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi