Gabung Partai Gelora, Deddy Mizwar Kirim Surat Pengunduran Diri ke Demokrat

Jumat, 8 November 2019 18:33 Reporter : Sania Mashabi
Gabung Partai Gelora, Deddy Mizwar Kirim Surat Pengunduran Diri ke Demokrat Deddy Mizwar diperiksa KPK. ©2019 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Politikus Partai Demokrat Deddy Mizwar menegaskan dirinya segera bergabung ke partai besutan Fahri Hamzah dan Anis Matta, Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia. Dia pun sudah mengirim surat pengunduran diri ke DPP Partai Demokrat.

"Sudah ditulis suratnya, sudah dikirim," kata Deddy pada wartawan, Jumat (8/11).

Deddy mengatakan, besok (9/11) Partai Gelora akan menandatangani akte pendirian partai. Namun, dia tidak akan hadir dalam acara deklarasi Partai Gelora.

"Penandatanganan dulu, deklarasinya hari Minggu (10/11) ya, tapi saya enggak hadir. Saya tanggal 9 aja, insyaallah," ungkapnya.

Dia menegaskan, meski sudah mengundurkan diri dari Demokrat hubungan baik akan tetap terjaga. Pasalnya Deddy dan Demokrat sudah seperti saudara.

"Masih lah, saudara-saudara kita semua kan itu," ucapnya.

Sebelumnya, Deddy Mizwar mengisyaratkan keluar dari Partai Demokrat. Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat itu dikabarkan segera bergabung ke Partai Gelombang Rakyat (Gelora).

Indikasi kepindahan itu terlihat dari cuitan di akun twitter pribadinya. Ia terlihat membalas cuitan Fahri Hamzah mengenai pertemuan dengan notaris mengenai proses pendaftaran badan hukum Partai Gelora.

"GELORA.. Perjalanan baru... visi baru... arah baru...," tulis Deddy dalam akun twitternya, Rabu (6/11).

1 dari 1 halaman

Partai Gelora Dideklarasikan 10 November

Tepat di Hari Pahlawan, 10 November, Partai Gelombang Rakyat alias Gelora berencana mendeklarasikan diri. Partai ini digagas oleh duet mantan petinggi PKS, Anis Matta dan Fahri Hamzah.

Hari ini, Senin 4 November, sejumlah penggagas Gelora mendatangi kantor Notaris. Setelah itu, rombongan yang dipimpin oleh Anis Matta itu menuju Kemenkum HAM untuk mendaftarkan diri sebagai parpol.

Saat dikonfirmasi, Fahri belum mau bicara soal susunan pengurus Gelora. Siapa ketua umum, sekjen dan bendahara umum, dia masih merahasiakan. Menurut Fahri, pada 9-10 November nama itu baru final. Setelah itu langsung dideklarasikan.

"Ya (deklarasi 10 November)," kata Fahri kepada merdeka.com, Senin (4/11).

Fahri hanya mengakui bahwa para kader Gelora banyak yang berasal dari pengurus PKS. Namun, Fahri tak mau mengungkap, persentase mantan kader PKS yang menjadi pengurus di Gelora.

"Lumayan (banyak)," singkat Fahri. [bal]

Baca juga:
Deddy Mizwar Isyaratkan Tinggalkan Demokrat, Bakal Gabung Partai Gelora
Partai Gelora Bakal Deklarasi 10 November 2019
PKS Soal Partai Gelora Deklarasi 10 November: Kita Mendoakan yang Baik
Dipimpin Anis Matta, Penggagas Partai Gelora Datangi Notaris

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini