Fakta Unik: Pilkada Barito Utara Terpanjang dalam Sejarah, Shalahuddin-Felix Resmi Dilantik sebagai Bupati-Wabup

Setelah melalui drama Pilkada Barito Utara terpanjang dengan dua kali Pemungutan Suara Ulang, Shalahuddin dan Felix S. Tingan akhirnya resmi dilantik. Simak cerita di baliknya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Pilkada Barito Utara Terpanjang dalam Sejarah, Shalahuddin-Felix Resmi Dilantik sebagai Bupati-Wabup
Setelah melalui drama Pilkada Barito Utara terpanjang dengan dua kali Pemungutan Suara Ulang, Shalahuddin dan Felix S. Tingan akhirnya resmi dilantik. Simak cerita di baliknya! (AntaraNews)

Shalahuddin dan Felix Sonadi Y Tingan secara resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara, Kalimantan Tengah, pada Jumat malam (10/10) di Palangka Raya. Pelantikan ini dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menandai berakhirnya proses Pilkada yang panjang dan penuh dinamika. Momen ini menjadi titik awal bagi kepemimpinan baru untuk mengemban amanah pembangunan daerah.

Proses demokrasi di Kabupaten Barito Utara memang terbilang unik dan memakan waktu yang tidak sebentar, dimulai dari Pilkada serentak nasional hingga dua kali Pemungutan Suara Ulang (PSU). Perjalanan panjang ini menunjukkan kompleksitas serta tantangan dalam menentukan pemimpin daerah. Kemenangan Shalahuddin-Felix menjadi hasil akhir dari serangkaian tahapan pemilihan yang alot.

Gubernur Agustiar Sabran dalam kesempatan tersebut menyampaikan pesan penting kepada pasangan kepala daerah yang baru dilantik. "Proses yang panjang sudah berhasil kita lalui, terutama untuk masyarakat Barito Utara. Emban amanah mulia ini dengan penuh tanggung jawab, bekerja keras, dan ketulusan semata-mata untuk melayani masyarakat," pinta Gubernur Kalteng Agustiar Sabran. Pesan ini menekankan pentingnya dedikasi dalam menjalankan tugas.

Pilkada Barito Utara pada awalnya diikuti oleh dua pasang calon, yaitu Gogo Purman Jaya dan Hendro Nakalelo (Gogo Helo), serta Akhmad Gunadi Nadalsyah dan Sastra Jaya (Agi-Saja). Persaingan ketat antar kedua pasangan ini sudah terasa sejak awal kampanye. Setiap paslon berusaha meraih simpati masyarakat dengan berbagai program dan visi misi.

Hasil dari Pilkada serentak tersebut kemudian memicu sengketa yang berlanjut hingga ke Mahkamah Konstitusi (MK). Setelah melalui proses persidangan yang panjang, MK memutuskan untuk memerintahkan dilaksanakannya Pemungutan Suara Ulang (PSU) di beberapa titik. Keputusan ini menunjukkan adanya indikasi pelanggaran yang memerlukan koreksi melalui PSU.

Namun, hasil dari PSU pertama kembali menimbulkan sengketa di MK, menambah panjang daftar permasalahan dalam Pilkada Barito Utara. Situasi ini menciptakan ketidakpastian politik di daerah tersebut. Masyarakat Barito Utara pun harus bersabar menanti kepastian pemimpin definitif mereka.

Puncak dari drama Pilkada Barito Utara terjadi ketika MK mengeluarkan putusan Nomor 313/PHPU.BUP-XXIII/2025. Dalam putusan yang dibacakan oleh Ketua MK Suhartoyo, seluruh pasangan calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada Barito Utara 2024 didiskualifikasi. Keputusan ini diambil karena terbukti adanya praktik politik uang yang dilakukan oleh kedua paslon dalam Pemungutan Suara Ulang.

Mahkamah Konstitusi kemudian memerintahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk kembali menggelar PSU untuk Pilkada Barito Utara 2024. Kali ini, PSU harus diikuti oleh pasangan calon baru yang diajukan oleh partai politik atau gabungan partai politik pengusung. Keputusan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Pilkada di Indonesia, menunjukkan komitmen terhadap integritas pemilu.

Pada akhirnya, PSU Pilkada Barito Utara kembali dilaksanakan dengan dua pasangan calon baru. Pasangan nomor urut 1 adalah Shalahuddin dan Felix S. Tingan, sementara pasangan nomor urut 2 adalah Jimmy Carter dan Inriaty Karawaheni. Dalam PSU kedua ini, Shalahuddin dan Felix berhasil memperoleh suara lebih banyak, mengantarkan mereka sebagai pemenang Pilkada Barito Utara yang sah.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menekankan pentingnya menjalankan tugas dengan baik. Ia meminta Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara yang baru dilantik untuk fokus pada program prioritas yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Hal ini mencakup berbagai sektor vital yang menjadi penopang kehidupan warga.

Prioritas utama yang disebutkan Gubernur meliputi bidang pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, serta penciptaan lapangan kerja. Selain itu, pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan sosial juga menjadi perhatian. Program-program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Barito Utara secara signifikan.

Meskipun di tengah kondisi efisiensi anggaran, Gubernur Agustiar Sabran mengingatkan agar fokus pada program-program tersebut tidak luntur. "Meski di tengah efisiensi, agar tetap fokus pada program prioritas yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat," tegasnya. Pesan ini menggarisbawahi pentingnya efektivitas dan efisiensi dalam setiap kebijakan yang akan diambil oleh kepemimpinan baru Barito Utara.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi