Cerita Jokowi-JK gagal mediasi dua kubu PPP

Kamis, 21 Desember 2017 01:15 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Cerita Jokowi-JK gagal mediasi dua kubu PPP Kampanye PPP. ©2014 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Kisruh ditubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Pondok Gede di bawah pimpinan Romahurmuziy dan PPP versi Muktamar Jakarta pimpinan Djan Faridz tidak kunjung usai. Beberapa jalan islah juga sudah ditempuh Romi untuk meluluhkan hati Djan Faridz. Beberapa tokoh juga sempat memfasilitasi islah antara Romi dan Djan Faridz.

Mulai dari mantan Menteri Tenaga Kerja Abdul Latief hingga Presiden Joko Widodo memfasilitasi agar Djan Faridz dan Romi berdamai. Sekitar tahun 2015, mantan Menteri Tenaga Kerja, Abdul Latief menawarkan untuk memfasilitasi islah antara Romi dan Djan. Tetapi pertemuan tersebut batal, lantaran Djan Faridz tidak mau bertemu.

"2015 akhir kalau enggak salah. Pak Latief menawarkan lantaran pengusaha dan ingin jadi penengah. Tetapi Pak Djan Farid enggak mau," kata Sekretaris Jendral PPP, Arsul Sani ketika ditemui merdeka.com di kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (20/12).

Arsul menceritakan tidak hanya Abdul Latief yang ingin Djan Faridz dan Romi berdamai. Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie juga sempat memfasilitasi Djan Farid dan Romi untuk berdamai. Sekitar tahun 2016, acara buka puasa di kediaman Ketua MPR, Zulkifli Hasan. Arsul mengatakan walaupun Romi dan Ical begitu sapaan akrabnya berbeda partai mereka adalah satu almamater yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Waktu itu mengatur pertemuan. Pak Ical menyampaikan kepada Pak Romy : Mas Romi karena anda yang lebih muda, anda enggak ada salahnya datang ke Djan Farid. Maka Pak Romi datang," cerita Arsul.

Menurut Arsul, pertemuan yang difasilitasi oleh Bakrie tersebut sudah dilakukan dua kali. Namun sayang pertemuan tersebut juga batal terlaksana. "Tapi begitu dua hari ke sana enggak ketemu. Alasannya pergi," ungkap Arsul.

Sudah tiga kali gagal untuk bertemu Djan Faridz dengan niat islah. Romi pun tidak putus asa, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga ikut turun tangan untuk bisa mendamaikan kubu tersebut.

Pada Kamis, 6 Oktober 2016, saat acara Musyawarah Kerja Nasional di Hotel Mercure Ancol, Jusuf Kalla menghubungi Romi lewat saluran telephone. JK mengundang Romi hadir untuk bertemu Djan Faridz.

"Di sana pada saat itu Pak JK telepon mengatakan beliau sudah bicara dengan Djan Farid. Mau islah maka Pak JK mengundang Pak Romi. Pak Romi ngajak saya," cerita Arsul.

Pertemuan dengan agenda makan malam pun dibuat oleh Jusuf Kalla di Jalan Diponegoro untuk bisa mencari titik temu. Makan sudah tersaji di meja makan tetapi sayang, Djan Faridz tidak juga datang. "Nah kita sudah siap dan Ok. Nah tiba-tiba di kasih tau sama ajudan Pak JK kalau Pak Djan enggak bisa datang. Yah ada alasan lah," ungkap Arsul.

Kemudian, kata Arsul, Djan Faridz meminta agar bisa bertemu dengan Jokowi. Lalu Jokowi pun mempersilakan untuk Djan bertemu. Namun pertemuan tersebut tanpa adanya Romi. Dalam pertemuan tersebut kata Arsul, Djan Faridz ingin islah tetapi dengan syarat dia jadi ketua umum PPP.

"Ditemui sama Pak Jokowi dan Pak Jokowi juga berkeinginan PPP ini bisa islah. Tapi kan begitu dia mematok syarat bahkan di depan Presiden dia harus ketua umum. Ya enggak bisa dong. Ya kira-kira Pak Jokowi jawab: kalau itu harga mati ya susah lah," kata Arsul. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kisruh PPP
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini