Boediono Ungkap Rahasia di Balik Kejayaan Ekonomi 1970-an: Sinergi Teknokrasi dan Politik Kunci Ketahanan Nasional

Mantan Wapres Boediono tegaskan sinergi teknokrasi dan politik adalah kunci ketahanan nasional. Ia menyoroti masa kejayaan RI di era 70-an, bisakah terulang?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Boediono Ungkap Rahasia di Balik Kejayaan Ekonomi 1970-an: Sinergi Teknokrasi dan Politik Kunci Ketahanan Nasional
Mantan Wapres Boediono tegaskan sinergi teknokrasi dan politik adalah kunci ketahanan nasional. Ia menyoroti masa kejayaan RI di era 70-an, bisakah terulang? (AntaraNews)

Wakil Presiden ke-11 Indonesia, Boediono, baru-baru ini menyerukan pentingnya sinergi antara teknokrasi dan politik. Hal ini dianggap sebagai kunci utama untuk menjaga ketahanan nasional di tengah ketidakpastian global dan gejolak domestik yang terus berkembang.

Pernyataan tersebut disampaikan Boediono dalam sebuah kuliah umum yang diselenggarakan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) di Jakarta. Acara ini merupakan bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-35 AIPI yang membahas ketidakpastian geopolitik dunia.

Boediono menekankan bahwa kolaborasi harmonis antara kedua elemen ini sangat krusial. Tujuannya adalah untuk menghadapi berbagai tantangan geopolitik serta gejolak yang mungkin terjadi di dalam negeri dengan strategi yang matang dan terarah.

Mengenang Kejayaan Ekonomi Indonesia di Era 70-an

Boediono menyoroti periode emas Indonesia antara tahun 1970-an hingga 1990-an sebagai contoh nyata keberhasilan. Pada masa itu, sinergi antara teknokrasi dan politik berjalan sangat baik dan efektif, menghasilkan kemajuan ekonomi serta sosial yang signifikan bagi bangsa.

Ia mengenang bagaimana para teknokrat diberi kepercayaan penuh untuk merumuskan konsep kebijakan berkualitas. Di sisi lain, pemegang kekuasaan politik juga menunjukkan kesiapan untuk memberikan dukungan penuh terhadap implementasi kebijakan tersebut tanpa intervensi yang merusak.

"Saya percaya banyak dari kita mendambakan dan mengharapkan terulangnya kembali sinergi positif antara teknokrasi dan politik seperti waktu itu," kata Boediono. Terutama di masa suasana geo-politik dan geo-ekonomi yang penuh risiko dan ketidakpastian seperti saat ini, kebutuhan akan sinergi ini semakin mendesak.

Inflasi parah di tahun 1960-an berhasil "dijinakkan" berkat pendekatan ini. Indonesia kemudian menikmati pertumbuhan ekonomi pesat dan perbaikan indikator sosial selama lebih dari dua dekade, menunjukkan kekuatan sinergi teknokrasi dan politik yang solid.

Pelajaran Penting dari Sejarah: Indonesia Kandidat Macan Asia

Boediono mengungkapkan bahwa Indonesia sempat dijuluki sebagai kandidat Macan Asia berkat pencapaian ekonominya. Julukan ini melekat hingga krisis keuangan Asia melanda pada tahun 1997, yang mengakhiri periode pertumbuhan pesat tersebut. Penggalan sejarah ini memberikan pelajaran penting bagi semua pihak.

Menurut Boediono, panggung politik dunia memiliki peran yang sangat vital. Hal ini menentukan ruang gerak bagi suatu negara dalam kancah internasional, sehingga pengelola negara dituntut untuk jeli dalam mengambil posisi strategis demi kepentingan bangsanya.

Namun, keberhasilan pengelolaan panggung negara dan diplomasi internasional tidak dapat dipisahkan dari kondisi ekonomi dan politik domestik. Keduanya saling mengisi dan membentuk suatu kebijakan negara yang komprehensif, menegaskan bahwa sinergi teknokrasi dan politik adalah fondasi yang tak terpisahkan.

Harmonisasi Teknokrasi dan Politik untuk Kebijakan Berkualitas

Boediono menguraikan bahwa konsep kebijakan ekonomi yang brilian sekalipun, jika tidak didukung secara politik, hanya akan menjadi ide semata. Tanpa dukungan politik yang kuat, implementasi kebijakan tersebut akan sulit terwujud dan tidak memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sebaliknya, suasana politik yang kondusif tanpa didukung oleh konsep kebijakan yang bermutu juga berpotensi menimbulkan masalah serius. Kebijakan yang dirumuskan secara serampangan justru dapat membawa musibah bagi bangsa, bukan berkah yang diharapkan.

"Teknokrasi dan politik harus bersinergi dan akan menghasilkan kebijakan yang baik," tegas Boediono. Syaratnya adalah apabila masing-masing pihak setia dan patuh pada fungsi serta kaidah institusionalnya sendiri, menjaga keseimbangan dan integritas dalam proses perumusan kebijakan. Keseimbangan ini krusial untuk ketahanan nasional jangka panjang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi