Anggota DPR RI Komisi II, Romy Soekarno, menekankan pentingnya revitalisasi fasilitas digital Politeknik Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN) Bandung. Langkah ini krusial untuk mencetak Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melek teknologi dan siap menghadapi tantangan zaman. Pernyataan ini disampaikan Romy dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.
Revitalisasi STIA LAN ini bertujuan agar lembaga pendidikan kedinasan tertua sejak 1960 tersebut mampu menjadi “kawah candradimuka” pembentukan ASN profesional. Tujuannya adalah agar ASN adaptif menghadapi era transformasi digital yang terus berkembang pesat di berbagai sektor.
Romy menyoroti data bahwa baru 34,23 persen ASN secara nasional yang melek digital, menunjukkan kesenjangan yang signifikan. Oleh karena itu, Politeknik STIA LAN Bandung harus menjadi pionir *teaching factory* dan laboratorium berstandar Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Transformasi Digital untuk ASN
Transformasi digital menjadi agenda mendesak bagi birokrasi Indonesia, mengingat perkembangan teknologi yang begitu cepat. Anggota DPR RI Romy Soekarno menegaskan bahwa revitalisasi fasilitas digital di STIA LAN Bandung bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan. Hal ini vital untuk memastikan ASN memiliki kompetensi yang relevan dan mampu memberikan pelayanan publik yang efektif di era digital.
Sebagai lembaga pendidikan kedinasan tertua, Politeknik STIA LAN Bandung memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM aparatur. Dengan fasilitas digital yang memadai, STIA LAN dapat menjadi pusat keunggulan dalam pengembangan kebijakan publik dan inovasi birokrasi. Romy berharap STIA LAN dapat berfungsi sebagai *think tank* kebijakan publik kelas dunia.
Kesenjangan kemampuan digital di kalangan ASN nasional menjadi perhatian utama. Dengan hanya sepertiga ASN yang melek digital, upaya peningkatan kapasitas melalui Revitalisasi STIA LAN menjadi sangat relevan. STIA LAN diharapkan menjadi garda terdepan dalam mencetak ASN yang tidak hanya profesional, tetapi juga adaptif terhadap teknologi.
Advertisement
Advertisement
Strategi Revitalisasi Fasilitas Digital STIA LAN
Untuk mencapai tujuan tersebut, Romy Soekarno mendorong Politeknik STIA LAN Bandung untuk mengembangkan kurikulum berbasis *Co-creation* dan *tracer study real-time*. Targetnya adalah 90 persen lulusan terserap dalam waktu kurang dari enam bulan, serta konversi riset minimal 30 kali per tahun untuk DPR dan pemerintah.
Selain itu, revitalisasi fasilitas digital mencakup optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan pengajuan anggaran Dikti. Anggaran ini akan digunakan untuk membangun laboratorium digital lengkap berbasis Kecerdasan Buatan (AI) dan *big data*, dengan target 80 persen dosen tersertifikasi dalam dua tahun. Pengembangan modul wajib anti-korupsi, *whistleblowing*, dan netralitas politik sesuai UU ASN juga menjadi bagian penting dari strategi ini.
Langkah-langkah strategis ini dirancang untuk memastikan bahwa lulusan STIA LAN tidak hanya memiliki pengetahuan administrasi yang kuat, tetapi juga keterampilan digital yang mumpuni. Dengan demikian, mereka akan siap berkontribusi pada birokrasi yang lebih efisien dan transparan. Revitalisasi STIA LAN ini diharapkan menciptakan ekosistem pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan pemerintah dan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Perluasan Kolaborasi dan Roadmap Masa Depan
Dalam rangka memperkuat posisinya, Politeknik STIA LAN Bandung juga didorong untuk melakukan perluasan kolaborasi. Targetnya adalah memiliki hingga 50 MoU aktif dan 15 mitra internasional pada tahun 2029. Kolaborasi ini akan membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang berharga, memperkaya kurikulum, dan meningkatkan kualitas riset.
Roadmap STIA LAN untuk periode 2026–2029 mencakup beberapa poin krusial, yaitu implementasi SPBE internal, *blended learning* sebesar 70 persen, dan integrasi AI dalam seluruh program studi. Integrasi AI ini akan memastikan bahwa setiap lulusan memiliki pemahaman mendalam tentang teknologi masa depan dan aplikasinya dalam administrasi publik.
Romy Soekarno menyatakan kesiapannya untuk memperjuangkan alokasi anggaran khusus demi revitalisasi fasilitas digital ini. Ia menegaskan bahwa investasi ini adalah investasi langsung bagi birokrasi yang efektif, adaptif, dan melayani rakyat. Dukungan penuh dari DPR diharapkan dapat mempercepat terwujudnya Politeknik STIA LAN Bandung sebagai pusat keunggulan dalam mencetak ASN melek teknologi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews