Agung Laksono: Tradisi Sejak Era Jusuf Kalla, Munas Golkar Digelar Desember

Kamis, 5 September 2019 21:15 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Agung Laksono: Tradisi Sejak Era Jusuf Kalla, Munas Golkar Digelar Desember Agung Laksono di Kediamannya. ©2019 Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono menegaskan musyawarah nasional (munas) Golkar akan digelar pada bulan Desember. Hal tersebut merupakan tradisi Golkar sejak era Jusuf Kalla menjadi ketum partai beringin.

"Kalau munas itu bulan Desember memang jadwal sejak tahun 2004 Pak Jusuf Kalla itu jadi ketua umum partai Golkar tahun 2004 diadakan di bulan Desember," kata Agung di kediamannya, Jl Cimpedak II No 23, Polonia, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (5/8).

Dia menyebut, partai Golkar biasanya menyelenggarakan munas pada bulan yang mendekati waktu setelah penetapan pemerintahan yang baru. Kala itu, munas Golkar pernah dilaksanakan pada bulan Maret. Tapi setelah berganti ke era reformasi, yaitu penetapan presiden pada bulan Oktober, maka munas Golkar di geser ke bulan Desember.

"Jadi diselesaikan dulu nih mengutamakan kegiatan kegiatan kenegaraan, selesai kegiatan kenegaraan, agenda agenda kenegaraan barulah kemudian agenda partai," terang Agung.

"Jadi bulan Desember itu bukan keinginan Pak Airlangga saja, tapi memang sudah agenda yang tetap, pernah dipercepat, tapi saya kira tidak ada urgensinya untuk mempercepat, biarlah bulan Desember," tandasnya.

Airlangga vs BamSoet

Terkait persaingan dua caketum partai Golkar antara Bambang Soesatyo dan Airlangga Hartarto tengah memanas, Agung menilai, hal tersebut dinamika biasa. Dia yakin Golkar tak bakal pecah.

"Saya tidak melihat perpecahan, ini dinamika saja," kata Agung.

Agung pun merasa pendukung Airlangga tidak pernah memicu keributan hingga berujung kekerasan.

"Saya bukan bela Pak Airlangga, tapi dari kubunya Pak Airlangga sama sekali tidak ada usaha usaha untuk melakukan, mengawali keributan, melakukan langkah-langkah yang kekerasan kontra kekerasan," ucapnya.

Agung menegaskan, saat ini tak ada dualisme dalam tubuh partai beringin. Sebab, Airlangga masih menjadi pemimpin Golkar yang sah.

"Jadi saya kira suasana ini bukan berarti mencerminkan partai Golkar sudah terbelah karena tetap kepemimpinan satu yaitu kepemimpinan Pak Airlangga," tandasnya. [ded]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini