50 Tahun Kemitraan: Prabowo Sebut ASEAN-Jepang Jangkar Kokoh Perdamaian Indo-Pasifik

Presiden Prabowo Subianto menegaskan kemitraan ASEAN-Jepang sebagai jangkar perdamaian Indo-Pasifik. Simak bagaimana kolaborasi ini menjaga stabilitas kawasan di tengah ketidakpastian global!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
50 Tahun Kemitraan: Prabowo Sebut ASEAN-Jepang Jangkar Kokoh Perdamaian Indo-Pasifik
Presiden Prabowo Subianto menegaskan kemitraan ASEAN-Jepang sebagai jangkar perdamaian Indo-Pasifik. Simak bagaimana kolaborasi ini menjaga stabilitas kawasan di tengah ketidakpastian global! (AntaraNews)

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini menegaskan pentingnya kemitraan antara negara anggota ASEAN dan Jepang. Beliau menyebut hubungan yang telah terjalin lama ini sebagai jangkar kokoh bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik. Pernyataan strategis ini disampaikan dalam KTT Ke-28 ASEAN-Jepang yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada hari Minggu, 26 Oktober.

Dalam pertemuan penting tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan berkelanjutan Jepang terhadap sentralitas ASEAN. Dukungan ini krusial dalam mewujudkan visi bersama untuk perdamaian, kemakmuran, dan stabilitas di seluruh kawasan yang dinamis. KTT ini sekaligus menjadi penanda kelanjutan kemitraan strategis yang telah berlangsung selama lebih dari lima dekade.

"ASEAN dan Jepang telah lama menjadi mitra dalam memajukan perdamaian, kemakmuran, dan konektivitas di kawasan Indo-Pasifik," kata Presiden Prabowo dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta. Beliau menambahkan, "Di tengah dunia yang semakin penuh ketidakpastian, kerja sama kita tetap menjadi jangkar yang kokoh bagi perdamaian dan stabilitas kawasan," menggarisbawahi peran krusial kemitraan ini.

Dalam KTT tersebut, Presiden Prabowo menyoroti urgensi untuk memperkuat kerja sama ekonomi yang inklusif. Upaya ini dapat diwujudkan melalui implementasi efektif dari ASEAN–Japan Comprehensive Economic Partnership (AJCEP) dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Kedua kerangka kerja sama ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan di seluruh kawasan.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya perluasan kolaborasi dalam sektor ekonomi digital yang terus berkembang pesat. Konektivitas keuangan antarnegara anggota ASEAN dan Jepang juga menjadi fokus utama untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih terintegrasi dan efisien. Inisiatif ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi digitalisasi guna meningkatkan daya saing ekonomi regional di kancah global.

"Sekarang adalah saatnya untuk mewujudkan prinsip-prinsip bersama kita melalui kerja sama yang bermakna dan benar-benar memberi manfaat bagi rakyat kita," ujar Prabowo. Ia menambahkan bahwa "Hubungan ekonomi antara ASEAN dan Jepang terus berkembang dan beradaptasi dengan dinamika zaman," menunjukkan komitmen kuat untuk responsif terhadap perubahan serta tantangan global.

Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya menjaga transisi energi sebagai prioritas strategis dalam kemitraan ASEAN-Jepang. Beliau menyambut baik inisiatif Jepang dalam pengembangan energi bersih yang inovatif. Ini termasuk teknologi hidrogen, mobilitas listrik, serta bahan bakar berkelanjutan yang esensial untuk mencapai visi bersama menuju masa depan yang lebih hijau dan rendah karbon.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Negara menegaskan pentingnya kemitraan yang berpusat pada manusia sebagai pilar utama kerja sama. Hal ini mencakup pertimbangan perluasan pertukaran sumber daya manusia (SDM) muda antarnegara untuk memperkaya wawasan dan pengalaman. Program pengembangan keterampilan dan kerja sama akademik juga ditekankan untuk menumbuhkan generasi baru pemimpin yang kompeten bagi ASEAN dan Jepang.

Mengakhiri pernyataannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh negara anggota ASEAN dan Jepang untuk terus memegang teguh semangat Konferensi Asia–Afrika Bandung tahun 1955. Semangat ini diharapkan menjadi dasar bagi kerja sama yang damai dan inklusif di masa mendatang, menjaga prinsip-prinsip solidaritas dan kemandirian. "Bersama-sama, kita dapat membentuk kawasan yang stabil, tangguh, dan sejahtera bagi semua,” pungkas Presiden Prabowo, menyerukan persatuan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi