12 Provinsi Belum Dikuasai Prabowo - Sandiaga Uno

Minggu, 24 Maret 2019 17:03 Reporter : Wisnoe Moerti
12 Provinsi Belum Dikuasai Prabowo - Sandiaga Uno Djoko Santoso Kampanye di Solo. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso mengakui, ada 12 provinsi yang belum dikuasai Prabowo-Sandiaga. Antara lain dua wilayah di Papua, Ambon, Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Lampung, Jateng, dan Jatim.

Menurutnya, Jawa Tengah termasuk medan yang berat untuk merebut suara pada Pemilu Presiden dan Waki Presiden 2019.

"Paslon no.02 Prabowo-Sandiaga di Jateng perlu perjuangan, karena termasuk medan yang berat," kata Djoko Santoso, disela kampanye terbuka perdana pasangan calon 02 di Lapangan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jateng. Seperti dilansir Antara, Minggu (24/3).

Pada kampanye akbar yang digelar relawan Pengusaha Solo dan Sekitarnya (Pesona) #02 bekerja sama dengan BPN Prabowo-Sandiaga tersebut, diawali dengan berolahraga bersama dan kemudian melakukan orasi dukungannya terhadap pasangan calon 02.

Lebih lanjut mantan Panglima TNI ini mengatakan, jadwal kampanye perdana Sandiaga ke Kabupaten Sragen, sedangkan Prabowo ke Manado dan Makassar.

"Saya sebagai ketua BPN Prabowo-Sandiaga mendapat jatah di Solo. Suara Jateng Insya Allah ada peningkatkan dari paslon Prabowo-Sandiaga. Suara di Sulawesi Selatan bisa masuk paslon 02, tetapi di Sragen perlu perjuangan medannya berat," tutur Djoko.

Djoko mengatakan pihaknya akan mempertahankan kemenangan suara Prabowo di Jawa Barat seperti pada 2014. Sedangkan di Jateng dan Jatim minimal suara Prabowo sama kuat dengan Jokowi.

"Jabar 02 menang, saya akan pertahanan suara di Jabar, dan saya akan rebut Jawa Tengah. Jika Jateng dan Jatim kedua paslon sama-sama kuat sudah menang 02," klaimnya.

Dia mengatakan, strategi umum BPN Prabowo-Sandiaga sudah diturunkan ke masing-masing tim pemenangan daerah. Mereka bisa mengembangkan sendiri sesuai kondisi wilayahnya masing-masing.

"Namun, kami tidak memaksakan diri, dan tetap berdoa hasilnya kami serahkan kepada Tuhan. Jangan sampai hanya karena Pemilu terjadi konflik," ujarnya.

Bangsa ini, kata dia, diperjuangkan oleh para pendahulu untuk bersatu selama ratusan tahun. Dengan bersatu Indonesia bisa merdeka, dan dengan bersatu bangsa ini bisa apa saja.

"Saya berpengalaman, bagaimana konflik-konflik di Indonesia selama saya menjadi anggota TNI yang sering ditugaskan memisah orang berkelahi seperti di Ambon dan Maluku menyedihkan," katanya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini