Pemkot Surabaya Telusuri Kasus Anak Diduga Dipaksa Mengemis, Ini Hasilnya

Pemkot Surabaya menelusuri video viral dugaan Anak dipaksa mengemis oleh ayahnya.

Erwin yohanes
Oleh Erwin yohanes - Reporter
Pemkot Surabaya Telusuri Kasus Anak Diduga Dipaksa Mengemis, Ini Hasilnya
Dugaan Bocah 5 Tahun Diajak Mengemis Ayah Kandung (Istimewa)

Pemerintah Kota Surabaya menyatakan belum menemukan bukti yang menguatkan dugaan Anak Dipaksa Mengemis atau mengamen oleh ayah kandungnya. Kesimpulan sementara ini diperoleh setelah dilakukan penelusuran bersama kepolisian menindaklanjuti video dan unggahan di media sosial.

Tim Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) bersama jajaran Polres melakukan klarifikasi lapangan terhadap informasi yang beredar.

Kepala DP3A-PPKB Surabaya, Ida Widayati, menyebut langkah pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi anak dan menilai pola pengasuhan yang dijalankan ayahnya.

Tim DP3A-PPKB bersama kepolisian mendatangi langsung rumah keluarga di kawasan Dinoyo, Surabaya, untuk klarifikasi. Selain bertemu ayah dan anak, petugas juga meminta penjelasan dari ibu kandung yang sebelumnya menyampaikan dugaan eksploitasi.

"Kami maupun teman-teman dari Polres masih menunggu bukti yang disampaikan oleh pihak ibu. Sampai sekarang bukti tersebut belum kami terima," katanya.

Pemkot menyampaikan proses verifikasi masih berjalan bersama kepolisian dan tetap membuka ruang apabila pihak ibu atau pihak lain menyampaikan bukti baru.

Pola Pengasuhan Ayah

"Hasil pengecekan, kami sudah bertemu langsung dengan anak dan ayahnya. Kondisi anak baik dan saat ini berada dalam pengasuhan bapaknya," ujar Ida, Sabtu (1/8/2026).

"Kami melihat bapaknya mampu melakukan pengasuhan dengan baik. Tadi pagi kami juga mengecek ke sekolah dan benar anak tersebut bersekolah serta diantar oleh ayahnya," ujarnya.

"Secara psikologis anak baik-baik saja. Dia bisa bermain, berkomunikasi dengan baik, bahkan cepat akrab dengan kami. Tidak terlihat adanya trauma," tutur Ida.

Bantahan Ayah dan Keluarga soal Anak Dipaksa Mengemis

Kasus ini mencuat setelah seorang perempuan mengunggah pengakuan bahwa putrinya berinisial A telah dibawa mantan suaminya sejak awal Maret 2026.

Dalam unggahan tersebut, sang ibu menuduh anaknya dijadikan alat untuk mengemis, mengamen, serta tidak memperoleh pengasuhan yang layak, termasuk video yang memperlihatkan keberadaan A di Pasar Keputran.

"Saya memberikan pendidikan, nafkah, dan makan yang layak kepada anak saya. Tuduhan yang beredar itu tidak benar dan merupakan fitnah," tegas Sunardi.

"Saya tidak pernah menyuruh anak saya mengamen atau mengemis," sambungnya.

 

Rekomendasi