DPRD Kota Tangerang Dorong Peningkatan Dividen Bank BJB untuk Perkuat PAD

Komisi III DPRD Kota Tangerang mendesak Bank BJB untuk meningkatkan kontribusi dividennya pada 2027, sebagai langkah strategis memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangerang.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
DPRD Kota Tangerang Dorong Peningkatan Dividen Bank BJB untuk Perkuat PAD
Komisi III DPRD Kota Tangerang mendesak Bank BJB untuk meningkatkan kontribusi dividennya pada 2027, sebagai langkah strategis memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangerang. (AntaraNews)

Komisi III DPRD Kota Tangerang secara tegas mendorong Bank BJB untuk meningkatkan kontribusi dividen kepada Pemerintah Kota Tangerang pada tahun 2027. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis guna memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mendukung berbagai program pembangunan di wilayah tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Kota Tangerang, Sumarti, menyampaikan bahwa peningkatan dividen dari Bank BJB sangat krusial dalam menopang keuangan daerah. Dorongan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kemajuan Kota Tangerang di masa mendatang.

Peningkatan target dividen Bank BJB pada tahun 2026 telah mencapai lebih dari Rp14 miliar, menunjukkan kenaikan substansial dari realisasi tahun 2025 yang sebesar Rp11,4 miliar. Hal ini menjadi dasar optimisme bagi DPRD untuk mendorong kontribusi yang lebih besar lagi.

Target Peningkatan Dividen dan Harapan DPRD

DPRD Kota Tangerang melalui Komisi III menargetkan peningkatan dividen Bank BJB untuk tahun anggaran 2027. Peningkatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat struktur pendapatan daerah.

Sumarti menekankan bahwa kontribusi dividen yang lebih besar dari Bank BJB akan sangat membantu Pemkot Tangerang dalam membiayai berbagai inisiatif pembangunan. Ini termasuk proyek-proyek infrastruktur dan program kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Komisi III juga meminta Bank BJB untuk memperkuat dukungan terhadap digitalisasi keuangan daerah serta memperluas pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, dan pelaku ekonomi kreatif. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan keuangan pemerintah kota sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Peran Strategis Bank BJB dalam Pembangunan Daerah

Bank BJB didorong untuk tidak hanya fokus pada peningkatan dividen, tetapi juga berperan aktif dalam pembiayaan proyek strategis daerah. Dukungan ini mencakup berbagai sektor penting yang menunjang kemajuan Kota Tangerang.

Transformasi badan usaha milik daerah (BUMD) juga menjadi perhatian Komisi III DPRD. Bank BJB diharapkan dapat menjadi mitra dalam modernisasi dan peningkatan kinerja BUMD di Kota Tangerang.

Sumarti menegaskan bahwa Bank BJB harus terus menjadi mitra strategis pembangunan melalui kolaborasi yang efektif. Optimalisasi potensi ekonomi dan pemberian manfaat nyata bagi masyarakat Kota Tangerang adalah tujuan utama dari sinergi ini.

Ke depan, Bank BJB diminta untuk menyusun rencana bisnis dengan target yang terukur dan memperkuat sinergi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta BUMD. Fokus utama adalah mendukung transformasi digital dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah.

Proyeksi Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Tangerang

Selain dari Bank BJB, Pemerintah Kota Tangerang juga memperoleh dividen dari BUMD lainnya. Pada tahun 2026, PT Tangerang Nusantara Global diperkirakan menyumbang sekitar Rp1,8 miliar, sementara Perumda Tirta Benteng sekitar Rp5,5 miliar.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang 2026 yang telah disepakati, pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp5,13 triliun. Angka ini terdiri atas PAD sebesar Rp3,20 triliun dan pendapatan transfer sebesar Rp1,92 triliun.

Sementara itu, belanja daerah untuk tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp5,53 triliun. Ini menunjukkan adanya selisih antara pendapatan dan belanja yang perlu dikelola secara cermat.

Untuk rancangan anggaran tahun 2027, pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp5,1 triliun dengan belanja daerah Rp5,52 triliun. Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyatakan bahwa defisit anggaran sebesar Rp442,17 miliar akan ditutup melalui perkiraan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2026.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi