Pertamina RU Cilacap Tekan Emisi Gas Rumah Kaca Melalui Optimalisasi Gas Suar Kilang

Pertamina RU Cilacap berhasil menekan emisi gas rumah kaca melalui optimalisasi gas suar kilang, menunjukkan komitmen terhadap dekarbonisasi nasional dan efisiensi operasional yang berkelanjutan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pertamina RU Cilacap Tekan Emisi Gas Rumah Kaca Melalui Optimalisasi Gas Suar Kilang
Pertamina RU Cilacap berhasil menekan emisi gas rumah kaca melalui optimalisasi gas suar kilang, menunjukkan komitmen terhadap dekarbonisasi nasional dan efisiensi operasional yang berkelanjutan. (AntaraNews)

Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap berhasil menekan emisi gas rumah kaca melalui optimalisasi pemanfaatan gas suar (flare) yang sebelumnya dibakar dalam proses operasional kilang. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mendukung target dekarbonisasi nasional.

Manajer Engineering and Development Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Andi Krishnanta Wijaya, menyatakan bahwa keberhasilan tersebut adalah hasil inovasi dan kolaborasi para pekerja. Inovasi ini bertujuan menghadirkan proses operasi yang lebih andal, efisien, dan berkelanjutan.

Optimalisasi pemanfaatan gas suar menjadi bukti keseriusan RU Cilacap dalam mendukung dekarbonisasi. Gas yang sebelumnya dibakar kini diubah menjadi sumber energi yang dapat dimanfaatkan kembali dalam operasional kilang.

Inovasi Pemanfaatan Gas Suar dan Dampak Lingkungan

RU Cilacap memiliki lima titik gas suar yang tersebar di Kilang I, Kilang II, Kilang Paraxylene Cilacap (KPC), Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC), dan Kilang Langit Biru Cilacap (KLBC). Gas yang sebelumnya dilepas melalui gas suar kini dimanfaatkan sebagai fuel gas di Kilang I dan Kilang II. Selain itu, melalui off gas recovery pada eks Unit KPC dan RFCC, gas tersebut menjadi feed Unit Lube Oil Complex (LOC) III dan Sulphur Recovery Unit (SRU).

Optimalisasi ini telah memberikan manfaat signifikan pada aspek lingkungan. Hingga Juni 2026, inovasi tersebut berhasil menekan emisi sebesar 7.286 ton karbondioksida ekuivalen. Angka ini setara dengan manfaat penyerapan karbon oleh lebih dari 76 ribu pohon.

Berkurangnya aktivitas flaring juga membuat nyala api gas suar semakin kecil, sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di sekitar kawasan kilang. Andi Krishnanta Wijaya menambahkan bahwa saat ini aktivitas flaring menjadi jauh lebih minim dibandingkan sebelumnya.

Efisiensi Ekonomi dan Kontribusi Sosial Pertamina RU Cilacap

Dari sisi ekonomi, pemanfaatan tail gas mampu menurunkan konsumsi fuel gas 025F-101 rata-rata sebesar 1.698 meter kubik normal per jam. Ini setara dengan sekitar 26 ton fuel gas per hari. Efisiensi ini menghasilkan penghematan biaya bahan bakar sekitar 10.387 dolar Amerika Serikat per hari.

Area Manajer Communication Relations and CSR Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Agustiawan, menjelaskan bahwa transformasi operasional kilang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja bisnis. Namun, juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Penghematan yang diperoleh dari efisiensi operasional tersebut dapat mendukung keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat. Ini mencakup bidang pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, hingga pengembangan ekonomi lokal di sekitar wilayah operasi Kilang Cilacap. Agustiawan menekankan bahwa keberhasilan optimalisasi pemanfaatan gas suar menunjukkan inovasi pekerja mampu menghadirkan efisiensi energi sekaligus mengurangi emisi karbon untuk mewujudkan operasional kilang yang semakin ramah lingkungan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi