Belasan wisatawan yang berasal dari Singapura dan China tidak menyangka bahwa pengalaman makan malam mereka di sebuah restoran di Genting Highlands, Pahang, Malaysia, akan menjadi kurang menyenangkan. Mereka diduga menjadi korban praktik penipuan harga.
Mengutip laporan AsiaOne, seorang kontributor bernama Jimmy mengunjungi Restoran Loong Kee di Gohtong Jaya bersama teman-temannya pada 16 Maret 2026.
"Sepuluh dari kami adalah warga senior Singapura," ungkapnya.
"Kami sangat terkejut ketika melihat bahwa harga ikan patin sungai yang kami pesan mencapai 902 ringgit (sekitar Rp3,8 juta)," tambahnya.
Jimmy juga membagikan foto tagihan yang menunjukkan bahwa ikan patin sungai tertera dua kali. "Ikan tersebut ditagih dalam dua bagian terpisah dengan nilai 479,96 ringgit (sekitar Rp 2 juta) dan 422,50 ringgit (sekitar Rp 1,8 juta)," jelasnya.
Total biaya untuk semua makanan yang dipesan mencapai 1.762 ringgit (sekitar Rp7,5 juta). "Kami mencoba untuk mengajukan protes, namun usaha kami sia-sia karena kami menyadari bahwa kami tidak memiliki bukti yang kuat setelah gagal menanyakan harga dan berat ikan tersebut sebelumnya," cerita Jimmy.
"Kami diberitahu bahwa ikan itu memiliki berat 2,7 kg dan dijual dengan harga 338 ringgit (sekitar Rp1,4 juta) per kg," lanjutnya.
Lebih lanjut, restoran tersebut juga menjelaskan bahwa ikan patin sungai termasuk dalam kategori ikan eksotis, yang lebih baik dibandingkan dengan ikan soon hock sungai yang ditawarkan seharga 228 ringgit (sekitar Rp977 ribu) per kg.
"Kami tidak pernah membayangkan bahwa ikan patin yang seharusnya ekonomis bisa dijual dengan harga yang sangat tinggi, jauh lebih mahal dibandingkan ikan soon hock yang berkualitas baik," tutupnya.
Advertisement
Rasa Ikan Patin Biasa Saja
Ikan patin, yang juga dikenal sebagai ikan lele perak, adalah jenis ikan yang memiliki daging lembut dan berlemak dengan rasa creamy yang cukup kuat. Di sisi lain, ikan soon hock, atau ikan gobi marmer, adalah ikan putih yang memiliki tekstur padat dan berserat serta rasa manis yang lembut, sehingga sering dianggap lebih berkualitas dibandingkan ikan patin.
Jimmy mengungkapkan kekecewaannya karena rasa ikan patin hanya terasa biasa saja, sementara ia lebih menyukai ikan soon hock yang sering ia lihat dalam iklan di akuarium restoran.
"Kami belajar pelajaran berharga untuk tidak lengah saat memesan makanan laut di luar Singapura. Kami berharap pengunjung lain di wilayah Genting dapat waspada terhadap jebakan seperti ini."
Menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh Stomp, perwakilan dari Restoran Loong Kee menjelaskan bahwa mereka segera melakukan penyelidikan internal yang menyeluruh setelah menerima keluhan terkait tagihan yang disampaikan oleh pelanggan.
Restoran tersebut berkomitmen untuk memastikan kepuasan pelanggan dan akan mengambil tindakan yang diperlukan berdasarkan hasil investigasi tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa mereka sangat memperhatikan umpan balik dari pengunjung dan berupaya untuk meningkatkan layanan mereka.
Advertisement
Penjelasan Pihak Restoran
"Menurut catatan yang kami miliki, tim kami telah melaksanakan prosedur pemesanan yang baku dengan memberikan penjelasan mengenai harga dan berat ikan kepada pelanggan. Selama proses pemesanan, kami juga telah menyampaikan bahwa ikan yang dipilih memiliki ukuran yang cukup besar dan akan dipotong sebelum dimasak," ungkap juru bicara tersebut.
Umumnya, untuk jumlah tamu sebanyak 12 hingga 13 orang, berat ikan yang disajikan berkisar antara 1,5 kg hingga 1,8 kg.
"Namun, kami menyadari bahwa masih ada kesempatan untuk meningkatkan cara kami memberikan informasi mengenai ukuran porsi, karena hal ini mungkin tidak memberikan kejelasan dan jaminan yang memadai bagi pelanggan," tambah juru bicara tersebut.
"Kami menyadari bahwa kebingungan atau kekhawatiran yang mungkin muncul terkait dengan tagihan dapat berdampak pada pengalaman bersantap secara keseluruhan, dan kami sangat menyesalkan ketidaknyamanan atau kesulitan yang ditimbulkan."
Advertisement
Sering Terjadi di Musim Liburan
Juru bicara restoran tersebut menyatakan bahwa Loong Kee sangat serius menangani isu ini dan telah melakukan evaluasi internal. "Dengan langkah-langkah lebih lanjut untuk meningkatkan pelatihan staf dan memperkuat protokol komunikasi layanan."
Kasus dugaan penetapan harga yang tidak wajar ini memang sering terjadi, terutama selama musim liburan, meskipun laporan serupa juga muncul di hari-hari biasa.
Pada tahun 2023, sebuah warung makan di Sabah, Malaysia, menjadi viral setelah menagih pelanggannya 50 ringgit (sekitar Rp167 ribu) untuk sepotong cumi, sehingga total biaya satu piring lauk dengan nasi mencapai 75 ringgit (sekitar Rp250 ribu).
Menurut laporan dari World of Buzz pada 25 Desember 2023, pemilik warung tersebut meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan, namun di sisi lain, ia memberikan beberapa klarifikasi. "Harga selalu ditampilkan, dan Anda tidak wajib membelinya jika dianggap terlalu mahal," ungkapnya.