Wakapolda Sulsel terima laporan banyak polisi diduga tidak netral di Pilkada
Merdeka.com - Wakapolda Sulsel Brigjen Polisi Risyapuddin Nursin menerima banyak laporan mengenai polisi yang terindikasi tidak netral dalam Pilkada. Anggota Polri yang dilaporkan itu mulai berpangkat brigadir hingga perwira menengah.
"Anggota Polri tidak boleh tidak netral. Netral itu harga mati. Tapi hingga kini memangada banyak laporan yang masuk dari masyarakat melalui pesan WhatsApp mengenai adanya anggota Polri yang tidak netral dari brigadir hingga perwira, pamen," jelas Risyapuddin kepada wartawan saat ditemui di kantor KPU Makassar, Selasa (26/6).
Hanya saja, kata Wakapolda Sulsel, laporan-laporan itu kini masih dalam lidik Propam untuk melihat sejauh mana keterlibatan yang didugakan terhadap anggota Polri yang dimaksud, sehingga belum ada penindakan hingga kini.
Risyapuddin belum bersedia menyebut jumlah anggota Polri di wilayah Sulsel yang dilaporkan tidak netral itu, meski diakui ada banyak.
Personel Kepolisian telah disebar untuk melakukan pengamanan. Para personel BKO telah digerakkan ke lokasi sejak 24 Juni lalu. Termasuk BKO dari Mabes Polri.
"Ada lima SSK personel Brimob dari Mabes Polri yang di-BKO ke sini. Masing-masing tiga SSK ditempatkan di Makassar dan 2 SSK di Palopo. Mereka juga siap dimobilisasi jika eskalasi meninggi di daerah-daerah tertentu," kata Risyapuddin.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya