KAI: Kereta Petani dan Pedagang Layani 35 Ribu Lebih Pelanggan, Perkuat Ekonomi Rakyat

PT KAI mencatat layanan Kereta Petani dan Pedagang telah melayani 35.843 pelanggan hingga Juli 2026, mendukung mobilitas serta memperluas akses ekonomi masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
KAI: Kereta Petani dan Pedagang Layani 35 Ribu Lebih Pelanggan, Perkuat Ekonomi Rakyat
PT KAI mencatat layanan Kereta Petani dan Pedagang telah melayani 35.843 pelanggan hingga Juli 2026, mendukung mobilitas serta memperluas akses ekonomi masyarakat. (AntaraNews)

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung perekonomian masyarakat melalui layanan transportasi. Layanan Kereta Petani dan Pedagang menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut. Program ini dirancang khusus untuk memfasilitasi mobilitas para petani dan pedagang.

Hingga Juli 2026, layanan Kereta Petani dan Pedagang telah berhasil melayani total 35.843 pelanggan. Angka ini menunjukkan tingginya antusiasme serta kebutuhan masyarakat terhadap akses transportasi yang terjangkau dan efisien. Layanan ini beroperasi di dua lintas utama yang strategis.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa pihaknya terus menghadirkan layanan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Kereta Petani dan Pedagang beroperasi di lintas Rangkasbitung–Merak serta pada KA Cikuray relasi Garut–Pasarsenen pergi pulang.

Dampak Positif Kereta Petani dan Pedagang bagi Mobilitas Ekonomi

Layanan Kereta Petani dan Pedagang telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pergerakan ekonomi lokal. Total 35.843 pelanggan telah memanfaatkan fasilitas ini hingga Juli 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 35.661 pelanggan di lintas Rangkasbitung–Merak sejak mulai beroperasi pada 1 Desember 2025 hingga 29 Juli 2026.

Selain itu, terdapat 182 pelanggan pada KA Cikuray yang memanfaatkan layanan ini sejak 11 Juni hingga 26 Juli 2026. Khusus sepanjang 1 Januari hingga 29 Juli 2026, Kereta Petani dan Pedagang lintas Rangkasbitung–Merak telah melayani 31.546 pelanggan.

Anne Purba menjelaskan bahwa layanan tersebut membantu masyarakat membawa hasil pertanian, bahan pangan, produk usaha rumahan, dan barang dagangan. Mereka dapat dengan mudah menuju pasar maupun pusat kegiatan ekonomi.

“Setiap perjalanan membawa cerita tentang usaha dan penghidupan keluarga. Ada hasil kebun yang akan dijual, barang dagangan yang akan dipasarkan, serta harapan agar usaha dapat terus berjalan,” tutur Anne.

Dukungan Pemerintah dan Tarif Terjangkau

Keterjangkauan tarif menjadi salah satu daya tarik utama dari layanan Kereta Petani dan Pedagang. Untuk lintas Rangkasbitung–Merak, pelanggan hanya perlu membayar Rp3.000 untuk satu kali perjalanan. Sementara itu, KA Cikuray relasi terjauh Garut–Pasarsenen memiliki tarif Rp45.000.

Tarif yang sangat terjangkau ini dapat terwujud berkat dukungan pemerintah melalui skema Public Service Obligation (PSO). Kebijakan itu memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap memperoleh layanan transportasi yang aman, terjadwal, dan sesuai dengan kemampuan ekonomi mereka.

KAI mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap kebutuhan mobilitas masyarakat, khususnya kelompok yang menjalankan aktivitas ekonomi harian. Melalui PSO, transportasi publik hadir sebagai bagian dari kebijakan pelayanan yang membantu masyarakat terhubung dengan pasar, tempat bekerja, pusat pendidikan, dan sumber penghidupan.

“Dukungan pemerintah melalui PSO memiliki arti besar bagi masyarakat. Tarif yang terjangkau membantu petani, pedagang, pekerja, pelajar, dan pelaku usaha kecil menjalankan aktivitasnya dengan biaya perjalanan yang lebih terkendali,” kata Anne.

Efisiensi dan Manfaat Lebih Luas

Di lintas Rangkasbitung–Merak, layanan Kereta Petani dan Pedagang secara efektif menghubungkan kawasan permukiman, sentra produksi, pasar tradisional, serta pusat kegiatan ekonomi di wilayah Banten. Sementara itu, penyediaan ruang bagi petani dan pedagang pada KA Cikuray memperluas manfaat layanan dari Garut menuju sejumlah wilayah di Jawa Barat hingga Jakarta.

Layanan tersebut juga menyediakan ruang yang lebih sesuai bagi pelanggan untuk menempatkan barang bawaan sesuai ketentuan. Penataan ini membantu perjalanan menjadi lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh pelanggan.

Bagi pelanggan yang membawa hasil pertanian dan bahan pangan, kepastian jadwal perjalanan memiliki nilai ekonomi tersendiri. Waktu keberangkatan dan kedatangan yang terencana membantu pelanggan memperkirakan waktu tiba di pasar serta menjaga kualitas komoditas yang dibawa.

Penggunaan kereta api juga dapat mengurangi kebutuhan berganti kendaraan berkali-kali. Hal tersebut membantu menekan biaya tambahan, mengurangi tenaga yang dibutuhkan saat membawa barang, serta menurunkan risiko kerusakan komoditas selama perjalanan. Manfaat layanan itu turut dirasakan oleh wilayah yang dilalui, mendukung perputaran ekonomi di sekitar stasiun, mulai dari angkutan lanjutan, warung, pasar lokal, hingga berbagai usaha masyarakat lainnya.

“Kereta Petani dan Pedagang menunjukkan bagaimana kebijakan Pemerintah dan pelayanan KAI dapat saling melengkapi dalam mendukung ekonomi masyarakat. KAI akan terus menjaga kualitas layanan agar manfaatnya semakin luas dan relevan dengan kebutuhan pelanggan,” tutup Anne.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi