Unpatti Perkuat Kolaborasi Lintas Kampus untuk Pengembangan Digiwisata di Aceh
Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon menggandeng tiga kampus lain dalam studi pengembangan digiwisata di Aceh, berkomitmen mempercepat pariwisata berbasis digital.
Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Maluku, sedang memperkuat kolaborasi lintas kampus untuk studi pengembangan digiwisata. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat desa dalam memanfaatkan teknologi digital guna mendukung sektor pariwisata.
Unpatti berkolaborasi dengan Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Cipta Mandiri (UNCM), dan Universitas Teuku Umar (UTU). Rektor Unpatti, Prof. Freddy Leiwakabessy, menegaskan pentingnya kerja sama ini untuk kemajuan pariwisata nasional.
Fokus studi dan pengabdian masyarakat ini berlokasi di Aceh, dengan harapan dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan pariwisata digital di wilayah tersebut. Inisiatif ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih modern dan adaptif.
Pentingnya Kolaborasi Lintas Kampus dalam Digiwisata
Prof. Freddy Leiwakabessy menyatakan bahwa penguatan kerja sama antarperguruan tinggi merupakan langkah strategis. Ini dilakukan untuk mempercepat pengembangan pariwisata berbasis digital atau digiwisata di berbagai daerah di Indonesia. Kolaborasi ini memungkinkan transfer pengetahuan, teknologi, dan model pemberdayaan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat lokal.
Unpatti berkomitmen penuh untuk memperkuat jejaring akademik nasional melalui program pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini. Melalui kerja sama ini, hasil riset dan pengabdian diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam konteks pengembangan pariwisata digital yang berkelanjutan.
“Unpatti telah terlibat dalam program pengabdian kepada masyarakat (PKM) berkolaborasi dengan tiga perguruan tinggi yakni Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Cipta Mandiri (UNCM), serta Universitas Teuku Umar (UTU),” kata Prof. Freddy Leiwakabessy. Ini menunjukkan keseriusan Unpatti dalam mendukung program nasional.
Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah untuk memperkuat kapasitas masyarakat desa. Hal ini akan membantu mereka dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pengembangan destinasi wisata lokal mereka secara lebih efektif dan efisien.
Konsep dan Manfaat Digiwisata
Digiwisata merupakan sebuah konsep pengembangan pariwisata yang inovatif. Konsep ini memadukan teknologi digital dengan pengelolaan destinasi wisata untuk meningkatkan promosi, pelayanan, dan pengalaman wisatawan secara keseluruhan. Pendekatan ini memungkinkan potensi wisata diperkenalkan lebih efektif kepada khalayak luas.
Melalui digiwisata, promosi dapat dilakukan melalui media sosial, situs web, dan konten digital kreatif. Ini memudahkan wisatawan dalam memperoleh informasi yang lengkap dan menarik mengenai destinasi yang akan dikunjungi. Teknologi digital menjadi jembatan antara destinasi dan calon wisatawan.
Di tingkat lokal, digiwisata mendorong pelaku wisata seperti BUMDes, Pokdarwis, dan UMKM untuk memahami dan memanfaatkan aplikasi digital. Aplikasi ini digunakan untuk pemasaran, reservasi, hingga pengelolaan layanan. Pemanfaatan teknologi seperti QR code, peta digital, dan virtual tour menjadi krusial dalam pengelolaan destinasi modern.
Selain memperkaya pengalaman wisatawan, konsep digiwisata juga mendukung pariwisata berkelanjutan. Hal ini dicapai melalui pemanfaatan data untuk mengontrol jumlah kunjungan dan menjaga kelestarian lingkungan. Dengan demikian, pariwisata dapat berkembang tanpa merusak ekosistem dan budaya lokal.
Apresiasi dan Dampak Kolaborasi
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unpatti, Estevanus K. Huliselan, memberikan apresiasi tinggi. Apresiasi ini diberikan atas terselenggaranya PKM kolaboratif yang melibatkan empat perguruan tinggi tersebut. Kehadirannya langsung dalam kegiatan menunjukkan dukungan penuh dari LPPM.
Huliselan menilai sinergi lintas kampus ini sebagai contoh konkret pengabdian perguruan tinggi. Pengabdian ini berdampak langsung pada masyarakat, khususnya di Aceh, dalam pengembangan pariwisata digital. Model kerja sama seperti ini dianggap perlu diperkuat agar dampaknya semakin luas.
“Kami sangat mengapresiasi kerja sama ini. PKM Kolaborasi Nasional menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat bersatu untuk pemberdayaan masyarakat secara langsung. Model kerja sama seperti ini perlu terus diperkuat agar dampaknya semakin luas, tidak hanya di Aceh tetapi juga di daerah lain,” ujar Huliselan.
Ia menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar kewajiban akademik. Namun, ini adalah tanggung jawab moral perguruan tinggi untuk memperkuat kapasitas sosial, ekonomi, dan digital masyarakat secara menyeluruh demi kemajuan bangsa.
Sumber: AntaraNews