Terapis Tunanetra Layani Pemudik di TTPG, Berikan Pijat Gratis Jelang Lebaran 2026
Para terapis tunanetra berbagi kebahagiaan dengan melayani pemudik di Terminal Terpadu Pulo Gebang (TTPG) melalui program pijat gratis Baznas. Layanan ini bertujuan membantu pemudik tetap bugar hingga kampung halaman, memberikan kenyamanan di tengah arus.
Para pemudik yang hendak pulang kampung melalui Terminal Terpadu Pulo Gebang (TTPG) Jakarta Timur mendapatkan layanan istimewa jelang Lebaran Idul Fitri 2026. Mereka dapat menikmati fasilitas pijat gratis dari para terapis tunanetra yang diberdayakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Layanan ini hadir untuk memastikan kenyamanan dan kebugaran para calon penumpang selama perjalanan panjang mereka.
Desi Fitri Purwanti, salah seorang terapis tunanetra, mengungkapkan rasa senangnya bisa berkontribusi dan bermanfaat bagi masyarakat. Ia berharap layanan pijat ini dapat membantu para pemudik tetap sehat dan berbahagia hingga tiba di tujuan masing-masing. Program ini menunjukkan semangat berbagi di tengah kesibukan arus mudik Lebaran.
Inisiatif mulia ini telah berlangsung sejak 14 Maret 2026 dan akan terus melayani hingga puncak arus mudik Lebaran. Selain di TTPG, program serupa juga tersedia di Terminal Kampung Rambutan dan Terminal Senen, menjangkau lebih banyak pemudik yang membutuhkan relaksasi.
Kepuasan Batin Para Terapis Tunanetra
Desi Fitri Purwanti menyatakan dengan tulus bahwa dirinya melakukan layanan pijat ini dengan ikhlas. Baginya, kebahagiaan dan kesehatan para calon penumpang adalah prioritas utama. Keterlibatannya dalam program ini memberikan kepuasan batin yang mendalam, melihat langsung manfaat yang dirasakan pemudik.
Terapis tunanetra lainnya, Michael Chord Gunawan, juga merasakan hal serupa. Ia mengaku puas secara batin karena dapat berkontribusi dalam mendukung kenyamanan calon penumpang yang akan merayakan Lebaran. Michael, yang telah dua tahun berprofesi sebagai terapis, melihat antusiasme pemudik terhadap layanan ini.
Setiap hari, rata-rata ada lima orang pemudik yang memanfaatkan jasa pijat dari satu terapis. Secara keseluruhan, program ini mampu melayani sekitar 30 orang per hari dari enam terapis yang bertugas. Banyak pemudik mengeluhkan sakit kepala, bahu, dan kaki, yang kemungkinan besar disebabkan oleh kelelahan perjalanan.
Apresiasi dari masyarakat menjadi motivasi besar bagi Michael dan rekan-rekannya. Meskipun layanan ini gratis, beberapa pemudik bahkan bersikukuh memberikan tip sebagai bentuk terima kasih, menunjukkan betapa berharganya bantuan yang mereka berikan.
Program Baznas untuk Kebugaran Pemudik
Layanan pijat gratis ini merupakan bagian dari program Baznas yang bertujuan untuk memberdayakan para terapis tunanetra sekaligus memberikan dukungan kepada pemudik. Inisiatif ini mencerminkan komitmen Baznas dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program ini dirancang untuk meringankan beban fisik pemudik.
Para terapis tunanetra yang terlibat dibagi dalam dua jadwal kerja, mulai dari pukul delapan pagi hingga dua siang, kemudian dilanjutkan dari pukul dua siang hingga delapan malam. Pembagian jadwal ini memastikan layanan dapat berjalan optimal dan menjangkau lebih banyak pemudik sepanjang hari. Total ada enam terapis yang bertugas secara bergantian.
Selain di Terminal Terpadu Pulo Gebang, layanan serupa juga tersedia di dua lokasi strategis lainnya, yaitu Terminal Kampung Rambutan dan Terminal Senen. Ketersediaan layanan di beberapa terminal utama ini menunjukkan jangkauan program Baznas yang luas. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ribuan pemudik.
Sumber: AntaraNews