Sejumlah wisatawan yang datang ke Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat saat momen libur panjang, Sabtu (27/12) mengaku kecewa. Pasalnya mereka tidak bisa masuk ke Museum Keraton yang tutup dan digembok. Padahal beberapa di antaranya datang dari luar kota.
"Saya jauh-jauh dari Surabaya mas, mau lihat museum nggak bisa, sampai di sini tutup. Nggak tahu kenapa," ujar Heru Yunianta, warga Dupak, Surabaya.
Heru yang datang bersama anak dan istrinya sebenarnya ingin melihat isi museum yang bersejarah tersebut. Ia ingin memperkenalkan sejarah Keraton Surakarta kepada anaknya yang masih duduk di bangku SMP.
"Orang tua saya kan lahirnya di Sukoharjo, deket Solo. Budayanya sama, kiblatnya ya keraton ini. Pingin ngenalin ke anak saya, biar tahu sejarah nenek moyangnya. Tapi ternyata tutup. Ya sudah, semoga nanti kalau kesini lagi sudah buka.
Heru sangat cinta kepada budaya Jawa. Ia dan keluarga sudah beberapa kali berkunjung ke keraton untuk menyaksikan even budaya.
"Kita kalau malam 1 Suro kesini, nginep hotel terus nonton kirab Kebo Bule. Kalo Sekaten juga lihat gamelan dan gunungan," ungkapnya.
Advertisement
Ungkapan Kekecawaan Warga Jakarta
Ungkapan senada disampaikan pengunjung asal Tangerang Selatan, Yanto. Ia mengatakan jauh-jauh datang ke Solo untuk liburan bersama keluarga. Salah satu tujuan utamanya adalah Museum Keraton Surakarta. Namun masih ditutup.
"Saya sama keluarga kebetulan lagi berlibur ke keraton. Sebetulnya ingin masuk, tapi tutup," ungkap dia di depan pintu masuk museum.
Karena masih ditutup, Yanto bersama istri akhirnya meneruskan perjalanan dengan berkeliling di kawasan keraton menaiki becak.
"Kami sebenarnya pengin eksplor keraton. Tapi tidak apa-apa, tetap menikmati liburan," tuturnya.
Ungkapan kekecewaan juga disampaikan Elizabeth. Warga Jakarta itu mengatakan kecewa tidak bisa masuk museum Keraton Surakarta karena masih ditutup. Sebagai ungkapnya kecewa ia bersama kakaknya dari Jakarta akhirnya memutuskan keliling keraton dengan menaiki becak.
"Pengin masuk museum Keraton Surakarta ternyata tutup. Jadinya dari pada gabut kita keliling naik becak," kata dia.
Advertisement
Viral di Media Sosial
Menurut Liza dari awal niatnya ingin berlibur ke museum Keraton Surakarta. Liza melihat informasi terkait museum Keraton Surakarta melalui media sosial.
"Kita cek di google masih buka. Tapi ternyata pas sampai sini tutup," keluhnya.
Sebelumnya, Paku Buwono XIV Mangkubumi menjelaskan, belum dibukanya Museum Keraton karema masih ada proses revitalisasi yang dilanjutkan usai diresmikan bersama Panggung Songgobuwono oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.
"Semuanya akan dilanjut. Museum juga baru tahap awal, tahap pertama. Nanti ada tahap-tahap berikutnya. Karena tidak mungkin satu ruang berbeda dengan etalase yang lama," jelas dia.
Dengan proses revitalisasi yang belum usai, dikatakannya, museum keraton masih belum akan dibuka untuk umum.
"Kalau dibuka untuk umum belum. Masih merehabilitasi semua, otomatis penataannya musti kita sempurnakan," katanya.