Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Soetrisno Bachir Ingin Pesantren Aktif Sebagai Pusat Gerakan Ekonomi

Soetrisno Bachir Ingin Pesantren Aktif Sebagai Pusat Gerakan Ekonomi Soetrisno Bachir. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Soetrisno Bachir berkeliling pesantren di Jawa Timur. Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengaku menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo di bidang gerakan ekonomi dan kewirausahaan bagi para santri.

"Tugas saya menyosialisasikan program pemerintah bidang ekonomi dan industri. Ada pesan dari pak Jokowi yang perlu disampaikan ke para pesantren di Indonesia agar bisa kontribusi dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa melalui pesantren sebagai pusat gerakan ekonomi dan kewirausahaan," kata Soetrisno Bachir usai dialog Ekonomi Umat, Penguatan Peranan Pesantren Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 di Ponpes Annur 1 Bululawang, Malang, Sabtu (28/4) malam.

Kata Soetrisno Bachir, Pemerintahan Jokowi Periode II memiliki program-program untuk bersinergi antara pesantren dan pemerintah. Program tersebut memposisikan pesantren tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga kewirausahaan.

"Kalau dulu kan hanya pendidikan dan keagamaan, ini sekarang ada plusnya, Pemerintahan Pak Jokowi yang kedua ini akan memiliki program-program kemitraan pesantren, pemerintah dan perguruan tinggi di bidang ekonomi dan kewirausahaan," jelasnya.

Pesantren dan perguruan tinggi, didorong menjadi pusat gerakan ekonomi dan kewirausahaan. Karena dua tempat tersebut merupakan tempat manusia belajar dan dididik. Kewirausahaan sendiri lebih mudah didorong dari tempat pendidikan.

"Zaman saya masih muda, pengusaha lahir dari keturunan atau lingkungan, sekarang pengusaha bisa dilahirkan dari pendidikan dan latihan, dengan BLK-BLK santri menjadi terampil memasuki tenaga kerja. Kemudian dilatih dilanjutkan menjadi seorang pengusaha," jelasnya.

Kata Sutrisno Bachir, menyiapkan sumber daya manusia (SDM) generasi muda yang mumpuni merupakan keharusan. Sehingga pesantren tidak lagi sakadar tempat memperdalam ilmu agama, namun harus didorong menjadi lembaga pemberdayaan ekonomi umat.

Proses memperdalam ilmu agama tetap berjalan, tetapi pesantren juga mampu menjadi agen pemberdayaan masyarakat menghadapi era persaingan yakni era industri 4.0.

Mas Tris, demikian akrab dipanggil menuturkan, organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah merupakan pilar penting membangun negeri. Apalagi kedua ormas ini berkomitmen tinggi menjaga stabilitas negara dan berperan dalam pembangunan.

NU, misalnya, dengan ribuan pesantrennya harus diperkuat perannya di bidang ekonomi. Pesantren harus banyak menghasilkan wirausahawan baru yang berperan signifikan dalam menciptakan lapangan kerja.

Dampaknya adalah pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkualitas semakin menguat, menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas sehingga mampu meningkatkan daya saing industri.

Kedatangan Sutrisno Bachir disambut Pimpinan Ponpes Annur 1, KH Ahmad Fahrur Rozi. Selain itu sejumlah turut hadir sejumlah pimpinan Pondok Pesantren di Malang Raya. Sebelum ke Kabupaten Malang, Sutrisno Bachir berkunjung ke sejumlah pesantren di Kediri. Selanjutnya akan meneruskan lawatannya ke sejumlah pesantren di Probolinggo dan Lamongan.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP