Dispusip Tala Perkuat Budaya Literasi Tanah Laut Melalui Bedah Buku dan Pelatihan Keterampilan

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Tanah Laut memperkuat Budaya Literasi Tanah Laut dengan bedah buku dan pelatihan inklusi sosial agar masyarakat tidak hanya membaca tetapi juga berkarya kreatif.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dispusip Tala Perkuat Budaya Literasi Tanah Laut Melalui Bedah Buku dan Pelatihan Keterampilan
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Tanah Laut memperkuat Budaya Literasi Tanah Laut dengan bedah buku dan pelatihan inklusi sosial agar masyarakat tidak hanya membaca tetapi juga berkarya kreatif. (AntaraNews)

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, secara aktif memperkuat Budaya Literasi Tanah Laut di wilayahnya. Upaya ini dilakukan melalui serangkaian kegiatan inovatif, termasuk bedah buku dan program keterampilan berbasis inklusi sosial. Tujuannya adalah untuk mendorong masyarakat agar tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu menghasilkan karya kreatif yang bernilai.

Kegiatan terbaru yang digelar adalah bedah buku berjudul "Oke Journey" karya Meika Nurul Wahidah. Acara ini diselenggarakan di Aula Dispusip Tala dan dirangkai dengan pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tanah Laut. Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan mendorong dialog langsung antara pembaca dengan penulis.

Kepala Dispusip Kabupaten Tanah Laut, Safarin, menyatakan bahwa bedah buku merupakan salah satu cara efektif membangun ekosistem literasi. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk berdiskusi langsung dengan penulis, sehingga pemahaman terhadap isi buku menjadi lebih utuh dan mendalam. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DWP Kabupaten Tanah Laut Nur Aida Ismail Fahmi, para Ketua DWP SKPD, anggota DWP, serta jajaran Dispusip.

Meningkatkan Wawasan Melalui Dialog dan Diskusi

Safarin menegaskan bahwa perpustakaan berfungsi sebagai "ribuan jendela dunia" yang membuka akses terhadap berbagai pengetahuan. Bedah buku menjadi jembatan penting untuk mencapai tujuan tersebut, di mana interaksi langsung dengan penulis memungkinkan peserta memperoleh perspektif yang lebih kaya. Hal ini sejalan dengan potensi besar Tanah Laut yang telah melahirkan banyak penulis dan karya-karya berkualitas.

Meskipun demikian, tantangan utama yang masih dihadapi adalah meningkatkan minat masyarakat dalam memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat belajar sepanjang hayat. Dispusip terus berupaya mendorong masyarakat agar tidak hanya berhenti sebagai pembaca pasif. Mereka diharapkan mampu menghasilkan tulisan atau karya kreatif yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi komunitas.

Visi Dispusip adalah agar masyarakat Tanah Laut tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu melahirkan karya yang bernilai. Karya-karya tersebut diharapkan dapat menjadi bagian integral dari penguatan budaya literasi di daerah. Dengan demikian, ekosistem literasi yang kuat dan produktif dapat tercipta secara berkelanjutan.

Program Keterampilan Inklusi Sosial dan Fasilitas Pendukung

Untuk mendukung tercapainya tujuan tersebut, Dispusip Kabupaten Tanah Laut mengembangkan program "Rumah Belajar Modern" berbasis inklusi sosial. Program ini menyediakan beragam pelatihan keterampilan yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Pelatihan yang ditawarkan meliputi musik, bahasa Inggris, barista, tata rias, kriya, sablon, perfilman, hingga kelas-kelas kreatif lainnya.

Selain menyediakan koleksi buku yang lengkap, perpustakaan juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang nyaman. Tersedia ruang baca yang kondusif, ruang bermain anak, serta berbagai sarana pembelajaran lainnya. Fasilitas ini dirancang agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh anggota masyarakat, dari berbagai usia dan latar belakang.

Ketua DWP Kabupaten Tanah Laut, Nur Aida Ismail Fahmi, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menyatakan bahwa kegiatan rutin organisasi yang dipadukan dengan bedah buku memberikan tambahan pengetahuan bagi anggota, sekaligus memperkuat kebersamaan. Kegiatan literasi semacam ini dianggap sebagai sarana efektif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan DWP.

Melalui inisiatif ini, anggota DWP didorong untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan diri secara berkelanjutan. Pertemuan rutin tidak hanya menjadi agenda bulanan, tetapi juga momentum penting untuk mempererat kebersamaan dan meningkatkan kualitas diri melalui kegiatan yang bermanfaat.

Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, melalui kolaborasi antara Dispusip dan Dharma Wanita Persatuan, berharap budaya literasi semakin berkembang pesat. Peningkatan pemanfaatan perpustakaan sebagai pusat belajar, ruang kreativitas, dan tempat lahirnya karya-karya baru dari masyarakat menjadi target utama. Ini merupakan langkah strategis untuk membangun masyarakat yang cerdas dan produktif.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi