LPDB Koperasi Perkuat 15 KDKMP di Papua, Dorong Penguatan Koperasi Papua

Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi meluncurkan program inkubasi untuk 15 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Papua, bertujuan meningkatkan tata kelola dan kesiapan akses pembiayaan, mendukung Penguatan Koperasi Papua.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
LPDB Koperasi Perkuat 15 KDKMP di Papua, Dorong Penguatan Koperasi Papua
Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi meluncurkan program inkubasi untuk 15 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Papua, bertujuan meningkatkan tata kelola dan kesiapan akses pembiayaan, mendukung Penguatan Koperasi Papua. (AntaraNews)

Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi mengambil langkah strategis dengan memperkuat kapasitas 15 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Papua. Program inkubasi ini dirancang untuk meningkatkan tata kelola dan menyiapkan koperasi-koperasi tersebut agar layak memperoleh pembiayaan dana bergulir.

Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman, menjelaskan bahwa program inkubasi merupakan bagian integral dari upaya membangun ekosistem koperasi. Inisiatif ini mencakup penguatan kapasitas kelembagaan, penyusunan rencana bisnis yang matang, hingga peningkatan kesiapan koperasi dalam mengakses pembiayaan.

“Target utama program inkubasi adalah menyiapkan koperasi agar memiliki tata kelola yang baik, bisnis yang layak, dan siap mengakses pembiayaan dana bergulir LPDB Koperasi,” kata Deva dalam siaran pers LPDB di Jakarta, Sabtu (1/8).

Program Inkubasi LPDB untuk Penguatan Koperasi Papua

Sebagai bagian dari program inkubasi yang komprehensif, LPDB Koperasi telah menyelenggarakan pelatihan intensif bagi 15 KDKMP sektor riil di Jayapura, Papua, pada Jumat (31/7). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Universitas Ottow Geissler Papua.

Pelatihan tersebut membekali para pengurus koperasi dengan kemampuan penting dalam pengelolaan kelembagaan, penyusunan rencana bisnis yang efektif, serta strategi untuk mengakses pembiayaan. Deva Rachman menegaskan bahwa LPDB tidak hanya berfokus pada penyaluran pembiayaan, tetapi juga pada pendampingan dan inkubasi.

Tujuannya adalah agar koperasi memiliki kapasitas manajerial yang kuat dan model bisnis yang kokoh sebelum memperoleh akses permodalan. Ketiga program ini dirancang sebagai satu ekosistem yang saling terhubung, memastikan koperasi tidak hanya mendapatkan modal, tetapi juga mampu mengelola usaha secara profesional dan berkelanjutan.

Potensi Ekonomi Papua dan Peran Koperasi

Deva Rachman menyoroti potensi ekonomi Papua yang sangat besar di berbagai sektor vital. Potensi ini meliputi pertanian, perkebunan, kelautan, perikanan, hingga pariwisata berbasis kearifan lokal yang kaya.

Menurutnya, potensi luar biasa ini memerlukan dukungan kuat dari koperasi yang memiliki tata kelola yang baik, model bisnis yang jelas, serta kemampuan untuk mengakses pembiayaan secara berkelanjutan. Penguatan koperasi menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi ekonomi daerah.

Kepala Pusat Inkubasi Bisnis Universitas Ottow Geissler Papua, Moses Yomunga, menambahkan bahwa materi inkubasi telah disusun berdasarkan kebutuhan riil koperasi di lapangan. Materi tersebut mencakup tata kelola kelembagaan, penyusunan rencana bisnis, pembukuan, hingga strategi mengakses pembiayaan.

Tujuan dan Harapan Program Inkubasi

Moses Yomunga mengemukakan bahwa sebagian besar pengurus KDKMP di Papua masih membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan dalam pengelolaan usaha. Hal ini termasuk manajemen keuangan dan pengembangan bisnis agar koperasi dapat tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif.

“Kami berharap 15 koperasi ini dapat menjadi role model bagi koperasi di seluruh Papua,” kata Moses. Ia menekankan bahwa Papua memiliki potensi yang luar biasa, namun membutuhkan pendampingan, penguatan manajemen, dan akses pembiayaan yang memadai.

Dukungan ini sangat krusial agar koperasi benar-benar mampu tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat. Program ini diharapkan dapat menjadi pendorong bagi kemandirian ekonomi di wilayah Papua.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi