Koperasi Gunung Luhur Berkah: Menkop Instruksikan Modal Cepat Setelah Sukses Ekspor Kopi Rp77,6 Miliar

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menginstruksikan percepatan pencairan modal bagi Koperasi Gunung Luhur Berkah Subang, menyusul keberhasilan ekspor kopi senilai Rp77,6 miliar.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Koperasi Gunung Luhur Berkah: Menkop Instruksikan Modal Cepat Setelah Sukses Ekspor Kopi Rp77,6 Miliar
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menginstruksikan percepatan pencairan modal bagi Koperasi Gunung Luhur Berkah Subang, menyusul keberhasilan ekspor kopi senilai Rp77,6 miliar. (AntaraNews)

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono baru-baru ini menginstruksikan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk segera mencairkan pinjaman modal. Instruksi ini diberikan kepada Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah (GLB) Subang pada hari Senin. Keputusan ini menyusul keberhasilan koperasi tersebut dalam mencetak nilai ekspor kopi yang fantastis.

Koperasi GLB telah membuktikan kemampuannya dengan nilai ekspor kopi mencapai Rp77,6 miliar. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Subang, tetapi juga kebanggaan nasional. Menkop Ferry menekankan pentingnya penguatan modal untuk memperluas jangkauan pasar global.

Penguatan modal ini diharapkan dapat memperkuat rantai produksi di dalam negeri. Hal ini juga sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Koperasi GLB diharapkan menjadi contoh bagi koperasi lain di Indonesia.

Keberhasilan Koperasi Gunung Luhur Berkah Menembus Pasar Global

Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah (GLB) Subang telah mencatat prestasi gemilang dalam sektor ekspor kopi. Koperasi ini berhasil mengirimkan lima kontainer kopi dengan total volume 96 ton ke Aljazair. Pencapaian ini menjadi bukti nyata potensi koperasi Indonesia di kancah internasional.

Ketua Koperasi GLB, Miftahudin Shaf, mengungkapkan tren positif performa ekspor kopi mereka terus berlanjut. Dalam rentang waktu tahun 2024 hingga 2025, koperasi tersebut telah membukukan volume ekspor sebesar 964,2 ton ke enam negara. Angka ini menunjukkan jangkauan pasar yang luas dan berkelanjutan.

Nilai transaksi ekspor yang dicapai Koperasi Gunung Luhur Berkah sangat signifikan, mencapai lebih dari 4,6 juta dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini setara dengan sekitar Rp77.657.200.000. Keberhasilan finansial ini menegaskan posisi GLB sebagai pemain kunci dalam industri kopi nasional.

Koperasi GLB kini menjadi tulang punggung ekonomi di Desa Cisalak, Subang, dengan mengelola lahan seluas 1.589 hektare. Aktivitas produksi ini melibatkan 450 anggota dan berhasil menyerap sedikitnya 1.200 tenaga kerja lokal, memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat sekitar.

Dukungan Pemerintah dan Visi Ekonomi Kerakyatan

Menteri Koperasi Ferry Juliantono secara tegas menginstruksikan LPDB Koperasi untuk mempercepat pencairan pinjaman modal bagi Koperasi Gunung Luhur Berkah. Dukungan ini dianggap krusial untuk membantu koperasi memperluas jangkauan pasar global dan memperkuat rantai produksi kopi di dalam negeri.

Ferry Juliantono menginginkan gerakan koperasi kembali fokus pada sektor produktif, mulai dari industri hingga distribusi, sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945. Visi ini bertujuan agar praktik ekonomi kembali ke konstitusi, dengan negara hadir untuk mengatur arah perekonomian.

Keberhasilan Koperasi GLB dalam menembus pasar internasional dianggap sebagai implementasi nyata dari visi Presiden Prabowo dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui sektor produksi dan industri. Pemerintah berkomitmen untuk menghadirkan negara dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.

Pemerintah berharap kesuksesan Koperasi Gunung Luhur Berkah dapat menjadi model bagi koperasi lain di Indonesia untuk berani masuk ke sektor industri dan bersaing di pasar mancanegara. Dukungan pembiayaan negara yang tepat sasaran melalui LPDB Koperasi akan menjadi kunci keberhasilan ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi