Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur pada Minggu, 26 Juli, memperkenalkan model pendidikan Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) kepada delegasi Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (BARMM), Filipina. Perkenalan ini berlangsung dalam rangkaian kunjungan studi banding bidang pendidikan dan pesantren di Surabaya.
Inisiatif ini bertujuan untuk berbagi praktik baik terkait sistem pendidikan Islam yang moderat dan relevan dengan perkembangan zaman. Delegasi Filipina hadir untuk mempelajari pendekatan pendidikan dan pengelolaan pesantren di Jawa Timur.
Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur, Dr KH M Wafiyul Ahdi, menyoroti independensi pesantren dan madrasah. Ia menjelaskan bahwa lembaga pendidikan ini dapat berkembang tanpa dukungan penuh pemerintah, berkat kemandirian ekonomi seperti lahan pertanian dan sinergi dengan komite sekolah untuk membangun minimarket.
Advertisement
Advertisement
Kurikulum Identitas Aswaja dan NU: Fondasi Pendidikan Moderat
Dalam pertemuan tersebut, PW Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NU Jawa Timur memaparkan Kurikulum Identitas Aswaja dan Nahdlatul Ulama. Kurikulum ini dirancang sebagai model pendidikan Islam moderat yang dikembangkan di berbagai satuan pendidikan Ma'arif.
Wakil Ketua PW LP Ma'arif NU Jatim, Evi Fatimatur Rusdiyah, menjelaskan bahwa kurikulum ini disusun sebagai ikhtiar untuk menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Namun, hal itu dilakukan tanpa meninggalkan jatidiri keislaman dan keindonesiaan.
Tujuan utamanya adalah membentuk generasi muda yang memiliki karakter moderat, kritis, dan adaptif. Generasi ini diharapkan tetap kokoh memegang nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah di tengah dinamika global.
Advertisement
Advertisement
Pendekatan Pembelajaran Inovatif Berbasis STEIM
Evi Fatimatur Rusdiyah juga memaparkan bahwa bahan ajar yang digunakan merupakan seri pembelajaran inovatif. Bahan ajar ini berbasis Science, Technology, Engineering, Islamic Values, and Mathematics (STEIM).
Pendekatan ini mengusung konsep "MISI" yang dirancang khusus sesuai karakter Generasi Z dan Generasi Alpha. Konsep ini mengintegrasikan literasi digital, pembelajaran kolaboratif, serta pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreatif.
Materi pembelajaran juga memuat strategi dakwah Islam Nusantara. Selain itu, ada kajian hukum Islam seperti ijtihad, taqlid, dan bahtsul masail.
Advertisement
Kurikulum ini juga mencakup pedoman organisasi Nahdlatul Ulama. Ini meliputi Khittah Nahdliyah, Mabadi Khaira Ummah, hingga badan-badan otonom NU.
Advertisement
Penguatan Tradisi dan Kontribusi Global Pendidikan Aswaja
Selain aspek-aspek di atas, kurikulum ini secara khusus memperkuat tradisi amaliah Ahlussunnah wal Jamaah. Tradisi yang dimaksud antara lain Maulid Nabi, Nisfu Sya'ban, tawassul, dan ziarah.
Praktik-praktik ini menjadi bagian integral dari pendidikan karakter yang ditanamkan kepada peserta didik. Hal ini menunjukkan komitmen untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai keislaman tradisional.
PWNU Jawa Timur berharap pengalaman pendidikan yang dikembangkan oleh LP Ma’arif NU Jawa Timur dapat menjadi ruang berbagi praktik baik dengan berbagai negara, termasuk Bangsamoro. Tujuannya agar nilai-nilai Islam rahmatan lil ’alamin dapat terus berkembang melalui jalur pendidikan.
Advertisement
Model Pendidikan Aswaja An-Nahdliyah ini diharapkan menjadi kontribusi Indonesia bagi penguatan pendidikan Islam moderat di tingkat global. Kunjungan delegasi Filipina sebelumnya diawali dengan peninjauan ke sejumlah pesantren dan lembaga pendidikan di Kabupaten Lamongan.
Sumber: AntaraNews