Jokowi Beberkan Proses Penyusunan Skripsi di UGM

Jokowi mengungkap proses penyusunan skripsi di UGM, mulai dari pengajuan judul hingga ujian.

Devira Prastiwi
Oleh Devira Prastiwi- Reporter
Jokowi Beberkan Proses Penyusunan Skripsi di UGM
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam persidangan terdakwa Roy Suryo dan dokter Tifauziah Tyassuma di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Kamis (5/11/2026). (Liputan6.com/Devira)

Presiden ke-7 RI Joko Widodo memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang Roy Suryo dan dokter Tifauziah Tyassuma di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).

Di hadapan majelis, Jokowi menguraikan proses penyusunan skripsinya saat berkuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ia menceritakan pengajuan proposal judul yang dilakukan berulang sebelum disetujui dosen pembimbingnya, sekaligus menyebut lengkap judul skripsi yang akhirnya diterima.

"Yang Mulia, dalam hal skripsi, saya ingin menyampaikan bahwa skripsi ini kami buat dengan mengajukan proposal judul sampai tiga kali kepada dosen pembimbing skripsi saya, yaitu Profesor Doktor Insinyur Achmad Soemitro. Kemudian disetujui judul skripsinya adalah 'Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kotamadya Surakarta'," kata Jokowi.

Jokowi juga memaparkan tahapan ujian akhir. Ia menyebut tanggal pelaksanaan, dua dosen penguji, serta hasil penilaiannya. Setelah menjalani sedikit revisi, naskah kemudian dicetak.

"Dan pada tanggal 23 Oktober 1985 dilakukan ujian skripsi dengan dosen penguji Insinyur Sofyan Warsito dan Insinyur P. Burhanuddin. Saya dinyatakan lulus dengan nilai A," ujarnya.

Jokowi menjelaskan, proses pencetakan skripsinya dilakukan oleh Percetakan Perdana untuk bagian sampul dan lembar pengesahan. Sementara itu, halaman lainnya dibuat dengan cara diketik manual.

Dia juga menanggapi sorotan mengenai penggunaan jenis huruf Times New Roman pada sampul skripsinya yang disebut belum tersedia pada 1985.

"Kalau dikatakan bahwa cover-nya pakai Times New Roman yang itu belum ada di tahun 1985, nyatanya ribuan skripsi yang dicetak di Percetakan Perdana itu semuanya juga seperti itu dan bisa. Bukan hanya skripsi saya saja, Yang Mulia," tutur Jokowi.

Keberatan Jokowi

Dalam persidangan yang sama, Jokowi menyampaikan keberatan atas sejumlah pernyataan Roy Suryo mengenai dugaan kejanggalan skripsinya.

Ia menyinggung sebuah video yang diunggah pada 22 April 2025, ketika Roy mempertanyakan halaman pengesahan atau pengujian skripsi serta menyebut istilah tesis.

Jokowi menegaskan dokumen yang ia miliki adalah skripsi dan tidak memuat istilah tesis pada bagian yang dipermasalahkan. "Setelah saya cek terhadap skripsi yang ada, yang saya miliki, tidak ada kata-kata itu yang namanya tesis, nggak ada. Tulisan di skripsi saya juga skripsi. Di lembar pengesahan juga skripsi, nggak ada tulisan tesis," kata Jokowi.

Rekomendasi