TNI Bentrok dengan Warga di Pidie Saat Peringatan Maulid, Ini Kronologinya

Peringatan Maulid di Pulo Keunari, Pidie, ricuh. TNI bentrok dengan warga imbas pengibaran bendera Bulan Bintang. Ini kronologi dan langkah aparat.

Yacob Billiocta
Oleh Yacob Billiocta- Reporter
TNI Bentrok dengan Warga di Pidie Saat Peringatan Maulid, Ini Kronologinya
Bentrok TNI dengan warga di Pidie Aceh

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Meunasah Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, pada Rabu (4/11/2026), berujung ricuh. Prajurit TNI bentrok dengan warga setelah bendera Bulan Bintang dikibarkan di lokasi kegiatan.

TNI AD menyatakan telah melakukan penertiban dan penurunan bendera tersebut melalui Kodim 0102/Pidie bersama unsur terkait. "TNI Angkatan Darat melalui Kodim 0102/Pidie bersama unsur terkait melaksanakan penertiban dan penurunan Bendera Bulan Bintang yang dikibarkan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Meunasah," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono dalam keterangan tertulis kepada Liputan6.com, Kamis (5/11/2026).

Sebelum tindakan penertiban, aparat TNI dan Polri lebih dulu mengedepankan langkah persuasif. Komunikasi dan mediasi dilakukan dengan panitia agar bendera tidak dikibarkan, namun tidak tercapai kesepakatan karena panitia bertahan pada keputusannya.

Di sisi lain, TNI AD juga melakukan antisipasi terhadap rencana kegiatan syiar Aceh Merdeka di wilayah Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. "Personel Kodim 0102/Pidie bersama personel Bawah Kendali Operasi (BKO) melaksanakan patroli dan komunikasi sosial dengan masyarakat. Kegiatan yang semula direncanakan di Desa Udeung Poroh akhirnya dipindahkan ke Makam Abdullah Syafi’i, Desa Cubo, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya," lanjutnya.

Situasi di Desa Pulo Keunari kemudian memanas saat proses penertiban berlangsung. Massa melempari personel TNI dengan batu dan kayu, sementara sejumlah orang terlihat membawa senjata tajam. Aparat berupaya menenangkan dan membubarkan kerumunan menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara.

Karena tindakan anarkis terus terjadi dan keselamatan personel terancam, dilakukan pengamanan bertahap. Tembakan peringatan dikeluarkan menggunakan munisi hampa, dilanjutkan dengan munisi karet sampai massa membubarkan diri.

Setelah kerumunan surut, personel TNI menurunkan bendera dari lokasi acara. "Setelah massa membubarkan diri, personel TNI menurunkan Bendera Bulan Bintang di lokasi kegiatan. Penertiban tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegas Donny.

Rekomendasi