Kuasa Hukum Bharatu Valdo Minta Rekaman CCTV Asli Diperiksa Ahli

Kuasa hukum Bharatu Valdo meminta rekaman CCTV asli Mako Ditpoludara diuji ahli usai menemukan kejanggalan pada lebih dari 10 video.

Uliyanti Mayhani
Oleh Uliyanti Mayhani- Reporter
Kuasa Hukum Bharatu Valdo Minta Rekaman CCTV Asli Diperiksa Ahli
Kuasa hukum Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai, Ardy Mbalembout di Jakarta. (Foto: Liputan6.com/Uliyanti Mayhani).

Kuasa hukum Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai, Ardy Mbalembout, meminta rekaman asli CCTV di Mako Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri diperiksa oleh ahli.

Desakan ini disampaikan setelah tim menemukan kejanggalan pada lebih dari 10 video rekaman yang telah ditelaah.

Valdo meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penembakan di Markas Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (16/10/2026).

Menurut Ardy, rekaman CCTV yang diperlihatkan mencakup rentang waktu pukul 04.35 hingga 04.50 WIB. Namun, rekaman itu dinilai belum memperlihatkan waktu kedatangan dan kepergian tersangka, termasuk bagaimana keberadaannya diketahui oleh Propam.

"Pertanyaannya, kapan dia masuk, kapan dia keluar si tersangkanya satu orang itu. Kemudian kapan dia jalankan sampai akhirnya ketahuan, enggak pernah lihat. Eksekusinya pun juga tidak pernah dilihat," kata dia kepada wartawan, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Ardy juga mempertanyakan kemunculan sosok berhelm balap yang tampak melenggang masuk markas tanpa mendapat teguran. Ia menyebut ada penjaga yang bersiaga di dekat ruang penyimpanan senjata ketika orang tersebut masuk.

"Orang pakai topi aja ruang Mako kan mesti dibuka, ini pakai helm," ujar Ardy.

Ia menambahkan, dalam rekaman terdengar suara tembakan dan teriakan, meski momen penembakan tidak tertangkap kamera secara langsung.

"Eksekusinya pun juga tidak pernah dilihat. Hanya dikasih didengarkan bunyi tembakan lebih dari 5 kali, ada suara dua orang teriak," ungkap Ardy.

Anggota tim hukum lainnya, Fransiska Xaveria, menilai kehadiran ahli diperlukan untuk memeriksa metadata rekaman, termasuk keabsahan durasi, tanggal, dan waktu perekaman.

"Kami meminta recording aslinya untuk kita sama-sama, mungkin akan mendapatkan ahli yang dapat merealisasikan dokumen tersebut, supaya tidak ada penyutingan video," kata Fransiska Xaveria.

Ayah Bharatu Valdo: Dugaan Pembunuhan Berencana dan Tuntutan Transparansi

Duka menyelimuti keluarga Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai, anggota Polisi Air dan Udara (Polairud) Baharkam Polri asal Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penembakan yang menewaskan Valdo diduga dilakukan oleh sesama anggota Polri yang merupakan juniornya di kesatuan. Terduga pelaku telah diamankan dan sedang menjalani proses hukum.

Jenazah Valdo tiba di Bandara Gewayantana, Larantuka, pada Sabtu siang menggunakan pesawat Polri Casa P 4101. Ribuan warga memadati kawasan bandara untuk menyambut kepulangan jenazah dan memberikan penghormatan terakhir.

Ayah almarhum, Antonius Fernandez, menyebut Valdo merupakan satu-satunya anak laki-laki dari tiga bersaudara dan selama ini menjadi tulang punggung keluarga.

"Dia anak yang suka membantu dan mudah bergaul. Sudah enam tahun tujuh bulan ia bertugas di sana. Dia tulang punggung keluarga," ujar Antonius dengan suara serak dan mata berkaca-kaca.

Di tengah duka, Antonius meminta agar kematian putranya diusut secara transparan. Ia bahkan menduga peristiwa tersebut merupakan pembunuhan berencana.

"Ini pembunuhan berencana. Saya mohon kasus ini diselidiki secara transparan dan pelaku dihukum seberat-beratnya," tegasnya.

Keluarga menyatakan penanganan hukum kasus tersebut telah diserahkan kepada kuasa hukum mereka, Petrus Bala Pationa.

Bharada Andika Rahmadani Ditetapkan Tersangka

Polda Metro Jaya menetapkan Bharada Andika Rahmadani sebagai tersangka terkait kasus penembakan sesama polisi di Mako Ditpolairud Korpolairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, yang terjadi pada Jumat (16/10/2026).

Penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan sejumlah barang bukti dalam penanganan kasus yang menewaskan Bharatu Valdo.

Rekomendasi