Duka menyelimuti keluarga Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai, anggota Polairud Baharkam Polri asal Larantuka, Nusa Tenggara Timur. Valdo meninggal usai diduga menjadi korban penembakan di Markas Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (16/10/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penembakan diduga dilakukan oleh sesama anggota Polri yang merupakan junior korban di kesatuan.
Jenazah Valdo tiba di Bandara Gewayantana, Larantuka, pada Sabtu siang dengan pesawat Polri Casa P 4101. Ribuan warga memadati area bandara untuk menyambut kepulangan jenazah dan memberikan penghormatan terakhir.
Ayah almarhum, Antonius Fernandez, tak kuasa menahan duka saat melepas putra tunggalnya. "Dia anak yang suka membantu dan mudah bergaul. Sudah enam tahun tujuh bulan ia bertugas di sana. Dia tulang punggung keluarga," ujar Antonius.
Di tengah suasana berkabung, Antonius meminta agar kematian putranya diusut secara terbuka. "Ini pembunuhan berencana. Saya mohon kasus ini diselidiki secara transparan dan pelaku dihukum seberat-beratnya," tegasnya.
Antonius menyebut penanganan hukum kasus tersebut telah diserahkan kepada kuasa hukum keluarga, Petrus Bala Pationa.
Advertisement
Keluarga Sebut Punya Bukti
Pihak keluarga menyatakan telah menerima beragam informasi dan keterangan, termasuk melihat sejumlah bukti terkait peristiwa yang menewaskan Valdo.
"Kami telah menerima informasi, keterangan, serta melihat bukti-bukti yang ada. Kuat dugaan, anak kami dibunuh oleh juniornya sendiri," ungkap Antonius.
Meski berduka, keluarga menegaskan proses hukum tetap berjalan dan mereka menyerahkannya kepada otoritas terkait. "Proses hukumnya terus berjalan, kami serahkan kepada pihak berwenang," katanya.
Antonius juga menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu pemulangan jenazah dari Jakarta ke Larantuka hingga dapat dimakamkan di kampung halaman.
"Kami berterima kasih kepada teman-teman yang turut mengambil bagian, mulai dari Jakarta sampai Larantuka," pungkasnya.
Advertisement
Bharada Andika Resmi Jadi Tersangka
Polda Metro Jaya menetapkan Bharada Andika Rahmadani sebagai tersangka dalam kasus penembakan sesama polisi di Mako Ditpolairud Korpolairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, yang terjadi pada Jumat (16/10/2026).
Penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti dalam penanganan kasus yang menewaskan Bharatu Valdo tersebut.
"Terhadap tersangka sudah dilakukan penahanan terhadap satu orang, beberapa barang bukti, ada selongsong, ada senjata tajam, dan barang-barang milik pribadi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377898/original/039264800_1792481676-596842.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377356/original/028707800_1792452988-email-attachment_2026_10_20_arie-sunaryo_lawan-pakai-samurai-dan-busur-panah-pelaku-pembakar-warung-mi-babi-tepi-sawah-sukoharjo-ditangkap_Screenshot_20261019-213448_WhatsApp.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385413/original/076707400_1760930652-IMG-20251020-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377904/original/001485900_1792481944-IMG-20261020-WA0053.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377932/original/080776300_1792482621-Screenshot_20261020-075057_Instagram.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5139940/original/094416600_1740130119-IMG-20250221-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377915/original/031496000_1792482219-SE200146.jpg)