Fakta Anak SD Menangis Tiap Hari di Kos Semarang

Warga yang curiga anak tersebut mengalami luka lebam ditubuhnya kemudian melaporkannya ke pihak kepolisian terdekat.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama- Reporter
Fakta Anak SD Menangis Tiap Hari di Kos Semarang
Anak diduga dianiaya ibu tiri di semarang.

Viral di media sosial (medsos) memperlihatkan seorang anak mennangis setiap hari dari sebuah indekos di Kelurahan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Kabar diunggah dalam akun Threads @kins.smg.menceritakan adanya dugaan tindak kekerasan kepada anak sekolah dasar (SD) dilakukan ibu tiri. Warga yang curiga anak tersebut mengalami luka lebam ditubuhnya kemudian melaporkannya ke pihak kepolisian terdekat.

Kapolsek Banyumanik, Kompol Hengky Prasetyo mengatakan bahwa Bhabinkamtibmas Kelurahan Banyumanik, Aiptu Sobirin menindaklanjuti laporan warga dengan mendatangi sebuah rumah kos di RT 01 RW 03, Kelurahan Banyumanik, Kecamatan Banyumanik.

Kedatangannya berupaya memastikan keselamatan anak sekaligus mencari jalan keluar agar persoalan tersebut dapat ditangani oleh pihak yang berwenang.

"alam prosesnya, Bhabinkamtibmas melakukan mediasi dan memberikan edukasi kepada kedua orangtua," kata Hengky.

 

Indekos anak diduga dianiaya ibu tiri di semarang.
Indekos anak diduga dianiaya ibu tiri di semarang.

Diduga Dianiaya Ibu Tiri

Kepala Dinas Pemberdayaan, Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, Pranyoto mengaku saat ini telah melakukan penanganan. Penanganan korban ataupun terduga pelaku, dilakukan bersama dengan pihak provinsi karena bukan warga Semarang.

"Sudah kita tangani, itu dugaannya dilakukan oleh ibu sambung. Ibu kandung korban bekerja sebagai pegawai migran," kata dia.

Saat ini, petugas dari dinas sudah mendatangi tempat kejadian, dari situlah diketahui jika terduga pelaku bukan warga Semarang.

Meski pendampingan kepada korban ataupun terduga pelaku tetap dilakukan. Sedangkan untuk ibu sambung yang diduga melakukan tindak kekerasan telah diamankan oleh Dinas dari Provinsi. Sementara untuk kondisi anak hang menjadi korban, saat ini sedang dilakukan penanganan dari DP3A.

"Sudah diamankan di provinsi, ada pendampingan psikologi juga. Kalau kondisi anak, masih dalam proses penanganan," pungkasnya.

Rekomendasi