BMKG Ungkap Prakiraan Musim Hujan Lampung 2026/2027

BMKG memprakirakan awal musim hujan Lampung 2026/2027 mundur. Ada wilayah yang baru masuk hujan Januari 2027. Berikut penjelasan dan sebarannya.

Ardi Munthe
Oleh Ardi Munthe - Reporter
BMKG Ungkap Prakiraan Musim Hujan Lampung 2026/2027
Hamparan sawah di Lampung Selatan terdampak musim kemarau. (Liputan6.com/Ardi Munthe)

Sejumlah wilayah di Provinsi Lampung diperkirakan baru memasuki awal musim hujan pada awal Januari 2027. BMKG menyebut awal musim hujan 2026/2027 di provinsi ini secara umum mengalami kemunduran karena pengaruh El Nino yang masih kuat.

Penjelasan itu disampaikan PMG Muda Stasiun Klimatologi Kelas II Lampung, Didi Ardino, dalam pemaparan prakiraan musim hujan Lampung 2026/2027. Berdasarkan analisis dasarian II September 2026, indeks Nino 3.4 tercatat sekitar positif 2,63.

"Indeks El Nino sangat kuat yaitu berkisar antara positif 2,63," kata Didi, Rabu (30/9/2026).

Ia menambahkan, kondisi tersebut diperkirakan masih bertahan hingga awal 2027. Pada saat yang sama, indeks Indian Ocean Dipole (IOD) September 2026 berada di angka positif 0,935, menandakan suhu muka laut di Samudra Hindia bagian timur, termasuk perairan sekitar Lampung, relatif lebih dingin dan berpotensi menghambat pembentukan awan.

"Untuk perairan wilayah Samudra Hindia bagian timur masih kondisi dingin, sehingga untuk pembentukan awan-awan hujan agak sulit terbentuk pada kondisi IOD yang positif 0,935 ini," jelasnya.

BMKG memprakirakan awal musim hujan 2026/2027 di seluruh wilayah Lampung cenderung mundur dari kondisi normal. Dari 12 zona musim (ZOM) di Lampung, sebanyak lima ZOM diperkirakan mundur sekitar dua dasarian, sedangkan tujuh ZOM lainnya lebih dari tiga dasarian.

"Rata-rata karena adanya efek El Nino mengakibatkan awal musim hujan di seluruh wilayah Provinsi Lampung mengalami mundur," sebutnya.

Wilayah yang diperkirakan paling cepat memasuki musim hujan adalah sebagian kawasan Lampung Barat dan Pesisir Barat pada Oktober 2026. Selanjutnya, pada dasarian II November 2026, musim hujan diprediksi mulai masuk ke sejumlah wilayah Lampung Utara, Way Kanan, Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir Barat.

Pada dasarian III November 2026, awal musim hujan diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Lampung Tengah, Lampung Timur, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Bandar Lampung, Pesawaran, Pringsewu, dan Tanggamus. Untuk sebagian wilayah lainnya, awal musim hujan diprediksi baru terjadi pada Desember 2026.

Adapun wilayah yang diperkirakan paling akhir memasuki musim hujan adalah sejumlah kawasan Lampung Selatan dan Lampung Timur pada awal Januari 2027. Kawasan itu meliputi Panengahan, Kalianda, Palas, Sidomulyo, Katibung, dan sebagian Tanjung Bintang di Lampung Selatan, serta sebagian besar Jabung dan wilayah Labuhan Maringgai di Lampung Timur.

BMKG: Musim Hujan Lampung 2026/2027 Diprediksi Normal

Meski awal musim hujan mundur, BMKG memprakirakan sifat musim hujan 2026/2027 di Lampung secara umum berada dalam kondisi normal.

"Durasi musim hujan juga bervariasi di setiap zona musim," sebutnya.

Sebanyak empat ZOM diprakirakan mengalami musim hujan selama 13–15 dasarian atau sekitar empat hingga lima bulan. Empat ZOM lainnya diprediksi berlangsung 16–18 dasarian atau sekitar lima hingga enam bulan.

Tiga ZOM diperkirakan 19–21 dasarian (sekitar enam hingga tujuh bulan), sementara wilayah Pesisir Barat menjadi yang terpanjang dengan durasi sekitar 22–24 dasarian atau tujuh hingga delapan bulan.

Puncak musim hujan 2026/2027 di Lampung diprakirakan terjadi pada Januari hingga Maret 2027. Terdapat enam ZOM yang diprediksi mencapai puncak pada Januari, tiga ZOM pada Februari, dan tiga ZOM lainnya pada Maret.

BMKG mengingatkan dampak kemunduran awal musim hujan perlu diantisipasi lintas sektor. Untuk pertanian, petani disarankan menyesuaikan jadwal tanam, memilih varietas dengan siklus lebih pendek, serta meningkatkan pengendalian organisme pengganggu tanaman.

Pada sektor sumber daya air, masyarakat perlu mengoptimalkan pemanfaatan air hujan, meningkatkan kapasitas tampungan di tingkat rumah tangga, serta mengoptimalkan sistem drainase dan konservasi air.

Pada sektor energi, pengelolaan inflow dan elevasi waduk serta pelepasan air diminta dilakukan secara proporsional untuk mendukung operasional PLTA. Dari sisi kesehatan, masyarakat diminta meningkatkan pemberantasan sarang nyamuk untuk mengantisipasi DBD.

Sektor kebencanaan menjadi perhatian khusus karena mundurnya awal musim hujan dapat memperpanjang periode kekeringan dan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama pada September hingga Oktober 2026.

"Terutama pada bulan September hingga Oktober akibat dari mundurnya awal musim hujan," tandasnya.

Rekomendasi