Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara, menyatakan bahwa cuaca panas dan kering dapat membuat lingkungan serta sejumlah material lebih mudah terbakar. Oleh karena itu, warga diminta untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api secara sembarangan, terutama ketika kondisi lingkungan kering dan angin bertiup kencang.
“Jangan membakar sampah sembarangan, terutama saat angin kencang atau kondisi kering,” kata Bayu kepada Liputan6.com, Kamis (3/9/2026). Bayu juga mengingatkan warga untuk memastikan api benar-benar padam setelah memasak atau melakukan aktivitas yang menggunakan api. Sumber panas perlu dijauhkan dari bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti bahan bakar, gas, kertas, dan kayu.
Selain sumber api terbuka, warga Ibu Kota diminta mewaspadai potensi kebakaran akibat gangguan listrik. Menurut Bayu, instalasi listrik perlu diperiksa secara berkala. Masyarakat juga tidak dianjurkan menggunakan stopkontak maupun kabel yang rusak atau mengalami beban berlebih. “Pastikan instalasi listrik dalam kondisi baik, jangan gunakan stopkontak atau kabel yang rusak atau kelebihan beban,” ujar Bayu.
Advertisement
Tips Berikutnya
Warga juga diminta untuk mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan, terutama ketika meninggalkan rumah. Langkah ini penting untuk mencegah munculnya sumber panas yang dapat memicu kebakaran saat rumah dalam keadaan kosong. Lebih lanjut, Bayu mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di sekitar rumput atau vegetasi kering yang mudah terbakar.
Untuk mengantisipasi kebakaran di rumah, warga disarankan menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) dan memastikan anggota keluarga mengetahui cara penggunaannya. Apabila menemukan asap atau api yang berpotensi meluas, masyarakat diminta segera melaporkannya agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. “Kebakaran lebih mudah dicegah daripada dipadamkan,” tandas Bayu.