Karier Moncer Jenderal Intelijen Polisi Penakluk Pendekar Silat

Wakapolda Metro Jaya Irjen Dekananto Eko Purwono memiliki rekam jejak panjang di bidang intelijen. Dia pernah memimpin pembongkaran 686 tugu perguruan silat di Jawa Timur untuk meredam potensi konflik antar kelompok.

Febika Indriyani
Oleh Febika Indriyani - Reporter
Karier Moncer Jenderal Intelijen Polisi Penakluk Pendekar Silat
Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono resmi naik pangkat menjadi Inspektur Jenderal (Irjen) atau jenderal bintang dua. (Dok: Polri)

Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol Dekananto Eko Purwono kini menyandang pangkat jenderal bintang dua. Dia mendapat kenaikan pangkat dari Brigjen Pol menjadi Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 82/POLRI/TAHUN 2026 tertanggal 1 September 2026.

Kenaikan pangkat tersebut resmi disandang Dekananto dalam upacara berlangsung di Jakarta, Rabu (2/9). Namun sebelum menjadi Wakapolda Metro Jaya dan menyandang pangkat bintang dua, Dekananto memiliki perjalanan karier cukup panjang. Dia dikenal sebagai perwira banyak berkecimpung di bidang intelijen dan keamanan.

Lantas seperti apa perjalanan karier Dekananto Eko Purwono?

Lulusan Akpol 1994

Dekananto Eko Purwono merupakan perwira tinggi Polri asal Bojonegoro, Jawa Timur. Dia merupakan alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994.

Kariernya banyak diwarnai penugasan di bidang intelijen dan keamanan atau Intelkam. Salah satu jabatan penting pernah diembannya adalah Direktur Intelijen Keamanan (Dirintelkam) Polda Jawa Timur.

Pada 2022, Dekananto dipercaya menggantikan Kombes Pol Yuda Gustawan sebagai Dirintelkam Polda Jatim. Serah terima jabatan tersebut berlangsung pada Februari 2022.

Sebelum menjadi Dirintelkam Polda Jatim, dia pernah menjabat sebagai Kasubdit Kehidupan Bernegara Ditsosbud Baintelkam Polri. Dia juga pernah dipercaya menjadi Kapolres Tabanan, Bali.

Pimpin Pembongkaran 686 Tugu Silat

_Wakapolda Metro Jaya Naik Pangkat Jadi Jenderal Bintang Dua
Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono resmi naik pangkat menjadi Inspektur Jenderal (Irjen) atau jenderal bintang dua. (Dok: Polri)

Nama Dekananto cukup dikenal di Jawa Timur ketika menjabat sebagai Dirintelkam Polda Jatim.

Salah satu langkah paling mencolok adalah keterlibatannya dalam program pembongkaran tugu perguruan pencak silat. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai upaya meredam potensi konflik antarkelompok perguruan silat di sejumlah wilayah Jawa Timur.

Sebanyak 686 tugu silat kemudian dibongkar dan dialihfungsikan menjadi Tugu Pancasila. Tugu menjadi sasaran antara lain tidak memiliki izin maupun berdiri di atas tanah negara dan fasilitas umum.

Langkah tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan pembongkaran bangunan. Kebijakan itu diarahkan untuk mengurangi simbol-simbol dinilai dapat menjadi pemicu perselisihan antar kelompok perguruan pencak silat.

Selain persoalan perguruan silat, Dekananto juga disebut berupaya membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kelompok suporter sepak bola di Jawa Timur.

Bertugas di Polda Metro Jaya

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purnomo (Istimewa)
Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purnomo (Istimewa)

Setelah sekitar dua tahun menjabat sebagai Dirintelkam Polda Jatim, Dekananto kemudian mendapat penugasan sebagai Dirintelkam Polda Metro Jaya pada 2024.

Pengalaman tersebut membuatnya kembali berhadapan dengan dinamika keamanan di Ibu Kota. Belum lama menjalankan tugas di Polda Metro Jaya, dia kemudian mendapat promosi ke Mabes Polri.

Pada Mei 2025, Dekananto dipercaya menjadi Direktur Politik Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri. Jabatan tersebut membuatnya kembali berada di lingkungan kerja yang berkaitan erat dengan bidang intelijen.

Jabat Wakapolda Metro Jaya

Karier Dekananto kembali naik pada Agustus 2025.

Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1764/VIII/KEP/2025, Dekananto ditunjuk menjadi Wakapolda Metro Jaya. Ia menggantikan Brigjen Pol Djati Wiyoto Abadhy yang mendapat tugas baru sebagai Kapolda Kalimantan Utara.

Sebagai Wakapolda Metro Jaya, Dekananto membantu Kapolda dalam menjalankan tugas kepolisian di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Ia juga turun langsung menemui masyarakat melalui program Jaga Jakarta On The Spot. Dalam kegiatan tersebut, Dekananto berdialog dengan warga untuk mendengarkan persoalan keamanan sekaligus mendorong kolaborasi antara polisi, TNI, dan masyarakat.

Saat kegiatan di Tanah Abang pada Juni 2026, Dekananto mengatakan program tersebut menjadi sarana untuk mendengar langsung masukan masyarakat dan memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan lingkungan.

Dapat Satyalancana Wira Karya

Selain perjalanan karirnya di bidang intelijen, Dekananto juga tercatat sebagai salah satu penerima Satyalancana Wira Karya.

Penghargaan tersebut diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada sejumlah tokoh yang dinilai berkontribusi dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan rantai pasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri.

Nama Dekananto Eko Purwono tercatat sebagai penerima Satyalancana Wira Karya dalam kapasitasnya sebagai Wakapolda Metro Jaya.

Kini Sandang Pangkat Bintang Dua

Setelah sekitar satu tahun menjabat sebagai Wakapolda Metro Jaya, Dekananto kembali mendapat promosi.

Pada 2 September 2026, ia resmi menyandang pangkat Inspektur Jenderal Polisi atau jenderal bintang dua. Kenaikan pangkat tersebut berdasarkan Keppres RI Nomor 82/POLRI/TAHUN 2026.

Dengan pangkat barunya, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono melanjutkan tugas sebagai Wakapolda Metro Jaya. Rekam jejaknya pun cukup lekat dengan bidang intelijen, mulai dari menangani dinamika keamanan di Jawa Timur hingga menjalankan tugas di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Rekomendasi