Lama Menghilang, Ini Alasan Semen Kujang Diluncurkan Kembali

Perkuat pasar Jawa Barat, Semen Kujang yang hadir sejak 1975 resmi diluncurkan ulang dengan teknologi baru.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Lama Menghilang, Ini Alasan Semen Kujang Diluncurkan Kembali
Lama Menghilang, Ini Alasan Semen Kujang Diluncurkan Kembali

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) resmi meluncurkan kembali produk Semen Kujang demi memenuhi kebutuhan sektor konstruksi di wilayah Jawa Barat. Langkah ini diambil guna menyapa kembali pasar Pasundan setelah merek tersebut pertama kali diperkenalkan pada 1975.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra menjelaskan bahwa potensi pasar Jawa Barat yang besar serta keterikatan historis masyarakat setempat menjadi alasan utama di balik pengaktifan kembali merek ini.

"Bagi kami, ini bukan sekadar memperkenalkan kembali sebuah produk, tetapi menjadi awal dari interaksi dan pengalaman baru bersama pelanggan. Hari ini, kita bersama-sama menyambut kembalinya Semen Kujang," kata Indrieffouny dikutip dari Antara, Kamis (3/9).

Merek Semen Kujang sejatinya sudah memiliki rekam jejak panjang dalam industri bahan bangunan di tanah Sunda. Direktur Sales dan Marketing SIG Dicky Saelan mengungkapkan, peluncuran ulang ini mempertahankan identitas klasik yang dekat di hati masyarakat, sembari menyuntikkan teknologi material bangunan terkini.

"Kami ingin mengembalikan merek yang menjadi kebanggaan warga Sunda, sekaligus menghadirkan produk dengan teknologi mutakhir yang lebih kokoh, relevan dan siap menjawab tantangan masa depan," ujar Dicky.

Semen Kujang hadir dalam tipe Portland Composite Cement (PCC) yang telah mengantongi Standar Nasional Indonesia (SNI) 7064:2022. Produk ini diproduksi oleh anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, di Pabrik Narogong, Jawa Barat.

Sisi Teknis

Dari sisi teknis, semen ini dibekali teknologi Active Micro Particle. Partikel mikro tersebut dirancang khusus untuk mengisi celah dan rongga material secara lebih efektif, sehingga menghasilkan adonan dan struktur bangunan yang lebih rapat. Tak hanya itu, proses manufakturnya juga dirancang agar tetap selaras dengan prinsip kelestarian lingkungan.

"Semen Kujang menjadi kebanggaan kami karena menghadirkan inovasi dengan pendekatan proses produksi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta memiliki daya rekat kuat, permukaan yang lebih halus, dan hasil pengecoran yang lebih padat," ucapnya.

Kehadiran kembali Semen Kujang memperkaya portofolio produk SIG melalui strategi pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal masyarakat Jawa Barat.

Sebagai BUMN di sektor industri bahan bangunan, 51 persen saham SIG dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Holding ini menaungi sejumlah produsen semen terkemuka, seperti PT Semen Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, PT Semen Baturaja, hingga Thang Long Cement Company di Vietnam.

Rekomendasi