Korban Keracunan Usai Santap MBG di Sidoarjo Bertambah Jadi 566 Orang

Jumlah tersebut bertambah setelah petugas menemukan 35 kasus baru dari data sebelumnya yang mencatat 531 korban.

Erwin yohanes
Oleh Erwin yohanes - Reporter
Korban Keracunan Usai Santap MBG di Sidoarjo Bertambah Jadi 566 Orang
Santri korban dugaan keracunan MBG di Sidoarjo dilarikan ke rumah sakit. (merdeka.com/erwin yohanes).

Kasus dugaan keracunan usai mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo terus meluas. Hingga Rabu (2/9), sebanyak 566 orang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan didistribusikan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan, jumlah tersebut bertambah setelah petugas menemukan 35 kasus baru dari data sebelumnya mencatat 531 korban.

"531 ditambah 35. Kurang lebih 566 ya," ujar Lakhsmie.

Santri korban dugaan keracunan MBG di Sidoarjo dilarikan ke rumah sakit. (merdeka.com/erwin yohanes).
Santri korban dugaan keracunan MBG di Sidoarjo dilarikan ke rumah sakit. (merdeka.com/erwin yohanes).

Kasus tersebut tidak hanya dialami santri dan santriwati Pondok Pesantren Manbaul Hikam. Siswa dari 19 lembaga pendidikan lain di kawasan Tanggulangin juga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG yang sama pada Selasa (1/9).

Keluhan yang muncul pada para korban relatif serupa. Mayoritas mengalami mual, muntah, dan pusing beberapa waktu setelah menyantap makanan.

"Sementara nampaknya mual, muntah, pusing itu aja yang paling banyak," kata dia.

Santri korban dugaan keracunan MBG di Sidoarjo dilarikan ke rumah sakit. (merdeka.com/erwin yohanes).
Santri korban dugaan keracunan MBG di Sidoarjo dilarikan ke rumah sakit. (merdeka.com/erwin yohanes).

88 Orang Masih Dirawat di Rumah Sakit

Dari 566 orang terdata, sebanyak 88 pasien masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Lakhsmie memastikan kondisi para pasien dirawat sejauh ini stabil dan belum ada membutuhkan penanganan di ruang perawatan khusus.

"Secara umum yang opname stabil. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan sampai ke perawatan khusus, enggak ada. Dirawat inap biasa," ujar dia.

 

Santri korban dugaan keracunan MBG di Sidoarjo dilarikan ke rumah sakit. (merdeka.com/erwin yohanes).
Santri korban dugaan keracunan MBG di Sidoarjo dilarikan ke rumah sakit. (merdeka.com/erwin yohanes).

Pemkab Sidoarjo mengerahkan sejumlah rumah sakit untuk menangani para korban. Fasilitas kesehatan yang disiagakan antara lain RSUD RT Notopuro, RS Delta Surya, RS Siti Hajar, RS Pusura, RS Aisyiyah, RS Bhayangkara, RS Arafah Anwar, dan RS Assakinah Medika.

Penempatan pasien dilakukan dengan mempertimbangkan daya tampung masing-masing rumah sakit. Pemerintah daerah juga masih melakukan pemetaan apabila terdapat korban tambahan yang membutuhkan pelayanan medis.

Sementara itu, 470 pasien yang sebelumnya menjalani pemeriksaan dan perawatan telah diperbolehkan pulang karena kondisi mereka membaik. Dinkes menyerahkan keputusan pemulangan berdasarkan kondisi klinis masing-masing pasien.

Bagi pasien yang masih merasakan keluhan, tenaga kesehatan meminta mereka melakukan pemeriksaan lanjutan. Sedangkan pasien yang dinilai sudah pulih dapat melanjutkan pengobatan sesuai obat yang telah diberikan.

Santri korban dugaan keracunan MBG di Sidoarjo dilarikan ke rumah sakit. (merdeka.com/erwin yohanes).
Santri korban dugaan keracunan MBG di Sidoarjo dilarikan ke rumah sakit. (merdeka.com/erwin yohanes).

Dinkes Sidoarjo hingga kini belum memastikan penyebab munculnya keluhan kesehatan secara massal tersebut. Petugas telah mengumpulkan sejumlah sampel, termasuk muntahan pasien dan bahan makanan dari dapur SPPG Kalitengah, untuk diperiksa di laboratorium.

Lakhsmie memperkirakan proses pemeriksaan membutuhkan waktu sekitar tujuh hari. Namun, menurut dia, penanganan kasus tidak cukup hanya menunggu hasil laboratorium.

Santri korban dugaan keracunan MBG di Sidoarjo dilarikan ke rumah sakit. (merdeka.com/erwin yohanes).
Santri korban dugaan keracunan MBG di Sidoarjo dilarikan ke rumah sakit. (merdeka.com/erwin yohanes).

Pemerintah juga akan menelusuri penerapan SOP dalam seluruh proses penyediaan makanan, mulai dari bahan diterima hingga makanan dikonsumsi oleh penerima manfaat.

"Yang perlu kita investigasi, SOP-nya dijalankan atau tidak. Dari makanan datang sampai dengan dikonsumsi itu kan ada batas waktunya, nah ini sudah betul atau tidak," ujar dia.

Santri korban dugaan keracunan MBG di Sidoarjo dilarikan ke rumah sakit. (merdeka.com/erwin yohanes).
Santri korban dugaan keracunan MBG di Sidoarjo dilarikan ke rumah sakit. (merdeka.com/erwin yohanes).

Pemeriksaan tersebut nantinya tidak hanya dilakukan Dinkes Sidoarjo. Sejumlah instansi terkait, termasuk BPOM, akan dilibatkan dalam proses evaluasi.

Sejak kasus tersebut muncul, Dinkes Sidoarjo juga telah mengaktifkan mekanisme krisis kesehatan untuk mempercepat penanganan. Respons dibagi antara tim lapangan dan pelayanan di rumah sakit.

Santri korban dugaan keracunan MBG di Sidoarjo dilarikan ke rumah sakit. (merdeka.com/erwin yohanes).
Santri korban dugaan keracunan MBG di Sidoarjo dilarikan ke rumah sakit. (merdeka.com/erwin yohanes).

Di lapangan, puskesmas ditunjuk sebagai koordinator penanganan, sedangkan rumah sakit disiapkan dengan tenaga medis, obat-obatan, serta fasilitas yang diperlukan untuk menangani pasien.

Dengan tambahan 35 korban, jumlah warga yang mengalami keluhan kesehatan dalam kasus dugaan keracunan terkait MBG di Tanggulangin kini mencapai 566 orang.

Rekomendasi