Polres Buleleng, Bali tidak memproses secara pidana terkait dugaan pelecehan wisatawan perempuan asal Taiwan, di kawasan wisata Lovina, Kecamatan Kabupaten Buleleng, Bali, beberapa waktu lalu. Sebelumnya, beredar di media sosial seorang warga berinisal WS (68), diduga melakukan pelecehan kedepan wisatawan Taiwan.
Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman mengatakan, wisatawan yang menjadi korban tidak membuat laporan resmi. Kemudian, pihaknya berupaya menghubungi wisatawan tersebut melalui koordinasi dengan Atase Kepolisian Taiwan.
"Korban menjawab emailnya kita. Dia menyatakan memang cukup kecewa. Namu mengatakan bahwa cukup melaporkan saja dan tidak mempermasalahkan lagi, seperti itu," kata Ruzi pada Rabu (26/8).
Kepolisian juga menawarkan mekanisme pelaporan secara daring kepada korban. Tetapi wisatawan tersebut memilih tidak melaporkan kejadian itu dan tidak ingin memperpanjang persoalan melalui jalur hukum.
"Kita tidak bisa proses (hukum) karena tidak ada laporan dari korban. Korban tidak mau melaporkan. Itu jawaban dari korban ke email kita," imbuh Ruzi.
Sementara dugaan pelecehan itu merupakan delik aduan sehingga proses pidana tidak dapat dilanjutkan tanpa laporan dari korban. Kendati demikian, polisi tetap akan mengambil tindakan terhadap WS dan Polres Buleleng berencana memberikan sanksi sosial kepada pria tersebut.
"Karena ini adalah delik aduan, kita tetap akan memberikan sanksi kepada yang bersangkutan. Namun mungkin sanksi sosial, saya akan mencoba melaksanakan penghukuman di luar jalur pidana yang ada," kata dia.
Kepoliisan juga memastikan kejadian itu bukan terjadi baru-baru ini. Wisatawan Taiwan itu disebut telah meninggalkan Indonesia pada 15 Juli 2026. Namun, video mengenai kejadian itu baru diupload ke media sosial pada Bulan Agustus 2026 setelah korban meninggalkan Indonesia.
"Kejadiannya itu sebelum itu. Baru di unggah videonya pas bulan Agustus, pas sudah diluar baru di upload. Jadi kejadiannya bukan baru kemarin, sudah lama terjadi," ujar dia.
Advertisement
Viral di Media Sosial
Sebelumnya, beredar video viral diunggah melalui akun Instagram @aurosa_a. Dalam rekaman itu terlihat korban WNA Taiwan sedang merekam dirinya lewat handphone. Kemudian, datang seorang pria menghampirinya dan awalnya bersikap ramah dan menyalami korban lalu mengucapkan selamat berlibur di Bali.
Selanjutnya, hal tak nyaman dialami korban dan jabat tangan yang dilakukan pria tersebut berlangsung cukup lama. Korban kemudian menyadari tangan pria itu diduga diarahkan ke bagian kemaluannya.
"Kenapa kamu memegang tanganku selama itu?. Dan aku tidak tahu apa yang sebenernya kamu lakukan," kata Aurosa dalam unggahannya yang dikutip Selasa (11/8).
Setelah kejadian tersebut, dia mengaku mengalami tekanan emosional. Dia bahkan menangis ketika dalam perjalanan kembali ke tempat penginapan.
Dugaan pelecehan itu, dilakukan oleh seorang pria berinisial WS, saat WNA Taiwan sedang membuat video outfit check di kawasan Lovina, Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Bali.
Kepala Desa Kalibukbuk, I Ketut Suka membenarkan adanya kejadian itu. Pria yang diduga melakukan pelecehan merupakan warga setempat. Pria itu, memang dikenal warga sering berjalan-jalan di sekitar desa dan terkadang berbicara tidak terarah. Tetapi, ia menegaskan pihak desa tidak menyebut pria tersebut sebagai orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ.
"Kami juga sudah kirim permohonan maaf dari pihak desa ke akun wisatawannya itu, atas ketidaknyamanan yang diterima," kata Ketut Suka, saat dikonfirmasi Selasa (11/8).
Dari informasi yang diterima pihak desa, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (8/8) pagi. Saat itu, pria itu baru selesai mengantarkan atau melihat wisatawan yang mengikuti aktivitas wisata lumba-lumba di kawasan Lovina. Kemudian, dia berjalan ke arah barat dan bertemu dengan wisatawan asal Taiwan tersebut.
"Menurut nelayan, sehabis lihat tamu dolpin dia jalan ke barat sebelum hotel ketemu tamu China. Caranya ramah, ceritanya salaman begitu," tandasnya.