AMPB: Bus Pembawa Massa Pati ke Jakarta Dicegat Polisi

Beberapa bus yang telah dipesan disebut dibatalkan secara sepihak oleh pihak penyedia.

Rifqy Alief Abiyya
Oleh Rifqy Alief Abiyya - Reporter
AMPB: Bus Pembawa Massa Pati ke Jakarta Dicegat Polisi
Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (26/8/2026). (Foto: Liputan6.com/Rifqy Alief).

Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok mengungkapkan sejumlah bus yang membawa warga Pati menuju Jakarta sempat dicegat polisi dalam perjalanan.

Menurut Botok, rombongannya sebelumnya telah menyewa sejumlah bus untuk mengangkut massa yang akan mengikuti aksi di depan Gedung DPR RI. Namun, beberapa bus yang telah dipesan disebut dibatalkan secara sepihak oleh pihak penyedia.

"Kita sudah sewa bus, sembilan bus sudah kita sewa, kita sudah DP, ternyata dua hari dibatalkan karena diintervensi oleh pihak kepolisian," kata Botok di depan Gedung DPR RI, Rabu (26/8/2026).

Setelah pembatalan tersebut, pihaknya kembali mencari armada lain. Botok mengatakan mereka sempat mendapatkan lima bus dan langsung membayar biaya sewa secara tunai.

Untuk mencegah pembatalan kembali, AMPB membuat perjanjian dengan perusahaan bus. Dalam kesepakatan tersebut, pihak penyedia diwajibkan membayar denda tiga kali lipat apabila membatalkan sewa secara sepihak.

"Kemarin kita dapat lima bus, kita bayar kontan, terus kita membuat surat perjanjian kalau pihak bus membatalkan harus berani menanggung atau didenda tiga kali lipat dari biaya sewa," ujarnya.

Botok mengklaim setelah itu masih terdapat upaya intimidasi terhadap pihak penyedia bus. Namun, menurut dia, armada tetap berangkat karena telah terikat perjanjian.

 

5 Bus Berangkat ke Jakarta

Lima bus tersebut kemudian berangkat dari Pati pada Rabu sekitar pukul 13.00 WIB. Dalam perjalanan menuju Jakarta, rombongan disebut kembali sempat dicegat polisi.

"Dicegat oleh pihak kepolisian, terus tadi kita koordinasi, akhirnya teman-teman sekarang sudah mulai jalan lagi, sudah aman," kata Botok.

Dia mengatakan rombongan warga Pati diperkirakan tiba di Jakarta sekitar pukul 04.00 WIB pada Kamis (27/8).

Sebelumnya, AMPB menyatakan akan mengikuti aksi di depan Gedung DPR RI pada Kamis (27/8). Mereka membawa dua tuntutan, yakni mendorong segera disahkannya RUU Perampasan Aset dan penerapan hukuman mati bagi koruptor.

Botok menegaskan massa AMPB akan menyampaikan aspirasi secara damai dan tidak membawa agenda untuk melengserkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Rekomendasi