Keterlambatan KRL Rangkasbitung Akibat Kebakaran Lahan di Jalur KA

Perjalanan KRL lintas Rangkasbitung mengalami keterlambatan akibat kebakaran lahan dekat jalur KA antara Stasiun Daru-Tigaraksa. Ini penjelasannya.

Pebrianto Eko Wicaksono
Keterlambatan KRL Rangkasbitung Akibat Kebakaran Lahan di Jalur KA
Sebanyak 29 unit rangkaian kereta rel listrik (KRL) wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang akan berhenti beroperasi periode 2023-2024, berpotensi menganggu layanan transportasi publik di masyarakat. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) lintas Rangkasbitung mengalami keterlambatan pada Rabu (26/8/2026) akibat kebakaran lahan yang terjadi di dekat jalur kereta api antara Stasiun Daru dan Tigaraksa. Keterlambatan ini disampaikan melalui akun resmi @CommuterLine yang meminta maaf kepada penumpang atas gangguan tersebut.

Dalam keterangan yang disampaikan, pihak Commuter Line menyatakan, "Mohon maaf atas keterlambatan perjalanan Commuter Line lintas Rangkasbitung dikarenakan adanya kebakaran lahan dekat jalur KA antara Stasiun Daru-Tigaraksa, saat ini sedang dalam proses pemadaman." Hal ini menunjukkan bahwa kebakaran tersebut cukup signifikan untuk mempengaruhi operasional kereta.

Proses pemadaman kebakaran lahan di sekitar jalur KA telah berhasil diselesaikan. Saat ini, perjalanan Commuter Line sudah dapat dilalui kembali dengan menggunakan dua jalur, meskipun dengan kecepatan yang terbatas. KAI juga mengimbau kepada seluruh pengguna untuk mengikuti arahan dan informasi yang diberikan oleh petugas di lapangan.

"Pembaharuan informasi akan di-update seiring dengan perkembangan di lokasi," tutup keterangan tersebut. Pengguna diharapkan tetap waspada dan memantau informasi terbaru terkait perjalanan KRL.

Rekomendasi