Sebuah pesawat Surveillance milik PT Vast Intra Avia mengalami kendala teknis hingga gagal melakukan Take Off di Landasan Pacu Utara Selatan atau Runway 03-21, Rabu (26/8). Sebelumnya dalam dua hari terakhir dua pesawat milik TNI yaitu Sukhoi Su-30 MK2 dan Casa tergelincir di Landasan Pacu Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Maros.
PGS Branch Communicatio & CSR Departement Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Hasanuddin Taufan Yudhistira menjelaskan pesawat yang mengalami kendala saat hendak Take Off di Runway 03-21 merupakan pesawat tipe Piper PA-31 Navajo milik PT Vast Intra Avia. Taufan menyebut pesawat tersebut mengalami masalah Wheel Lock atau ban pesawat terkunci.
"Jadi memang tadi sekitar, kurang lebih sekitar pukul 13.30 Wita terjadi ada satu pesawat yang namanya PT VAST Intra Avia itu mengalami kendala teknis. Kendala teknisnya itu wheel lock, jadi apa namanya, bannya terkunci," ujar Taufan kepada wartawan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Maros.
Taufan menjelaskan pesawat Surveillance berada di Bandara Sultan Hasanuddin untuk mengisi bahan bakar setelah melakukan penerbangan dari Bandara Sis Al Jufri, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Taufan menyebut pesawat Surveillance mengangkut 1 pilot dan 2 Enginner tersebut akan menuju ke Bandara Internasional Juanda Surabaya.
"Dia dari Palu ke Makassar (Bandara Sultan Hasanuddin). Dia di sini lagi Re-Fuelling dan mau Take Off ke (Bandara) Juanda," ujar dia.
Taufan mengaku pesawat Surveilance tersebut sudah ditangani dengan cepat dan dievakuasi ke Apron lebih kurang selama 30 menit. Taufan menegaskan tidak ada gangguan operasional penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin.
"Tidak terdapat penerbangan dari Bandara Sultan Hasanuddin yang terdampak, karena Bandara Sultan Hasanuddin memiliki runway yang lain. Operasional bandara juga tetap berjalan normal," kata Taufan.