Founder Yayasan Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali, meninggal dunia saat bertugas sebagai relawan gempa NTT di Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai. Kabar duka ini muncul di tengah upaya penyaluran bantuan untuk warga terdampak gempa.
Pihak kepolisian membenarkan terdapat satu relawan yang meninggal dunia di wilayah tersebut. Konfirmasi datang dari jajaran Polres Manggarai Timur.
Dari internal tim, anggota Gerak Bareng juga memastikan kepergian Ahmad Zaki Ali dan menyebut komunikasi dengan pihak keluarga tengah dilakukan.
Advertisement
Polisi Pastikan Relawan Gempa NTT Meninggal di Dampek
Kasi Humas Polres Manggarai Timur, AKP Irmawan Pujianto, mengonfirmasi seorang relawan meninggal dunia di Dampek. Ia menyampaikan informasi itu pada Jumat (21/8).
"Benar ada satu relawan meninggal dunia," kata Irmawan kepada Liputan6.com, Jumat (21/8).
Lokasi meninggalnya Ahmad Zaki berada di wilayah Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai. Area tersebut menjadi salah satu titik penanganan pascagempa.
Ahmad Zaki sebelumnya diketahui turut menyalurkan bantuan kepada warga terdampak di kawasan tersebut bersama relawan lainnya.
Advertisement
Tim Gerak Bareng Konfirmasi dan Beri Kabar ke Keluarga
Anggota Tim Gerak Bareng, M Rafki Razif, membenarkan kabar wafatnya Ahmad Zaki Ali. Ahmad Zaki merupakan pendiri yayasan yang bergerak di bidang kemanusiaan tersebut.
"Betul (meninggal dunia). Kami sedang berkomunikasi dengan keluarganya," ucap Rafki.
Pihak tim menyebut proses komunikasi dengan keluarga Ahmad Zaki tengah berjalan. Informasi lebih lanjut terkait penanganan internal menunggu koordinasi berikutnya.
Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai kronologi lengkap meninggalnya Ahmad Zaki Ali saat bertugas di lapangan.
Advertisement
Pertemuan Terakhir di Reo, Penyebab Masih Ditelusuri
Salah satu warga terdampak gempa di NTT, Jufri Husen, mengaku sempat bertemu dengan Ahmad Zaki Ali di Masjid Nurul Huda Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, saat salat Jumat. Ia menyebut sempat berbincang singkat.
"Bahkan tadi saya sempat bawa nasi untuk mereka," kata Jufri.
Menurut Jufri, Ahmad Zaki kerap bolak-balik dari Reo ke Dampek. Pada siang hari ia membantu korban gempa di Dampek, sementara malam hari beristirahat di Masjid Reo.
Terkait penyebab kematian, aparat setempat menyatakan masih melakukan penelusuran untuk memastikan detailnya.
"Anggota saya sedang telusuri penyebab meninggalnya," ucap Kapolsek Lamba Leda Utara, IPTU Ida Bagus Susana Adi Negara.