Sesar Opak dan Jejak Gempa Dahsyat Yogyakarta 2006

Nama Sesar Opak bukan kali pertama muncul dalam catatan kegempaan di Yogyakarta.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Sesar Opak dan Jejak Gempa Dahsyat Yogyakarta 2006
Gempa M3,5 Guncang Bantul. ANTARA/HO-Stageof BMKG Yogyakarta

Gempa bumi bermagnitudo 3,5 mengguncang Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (20/8/2026).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa dangkal tersebut dipicu aktivitas Sesar Opak.

Nama Sesar Opak bukan kali pertama muncul dalam catatan kegempaan Yogyakarta. Patahan aktif ini juga dikaitkan dengan gempa dahsyat yang mengguncang Yogyakarta dan sekitarnya pada 27 Mei 2006.

Gempa yang terjadi sekitar pukul 05.54 WIB itu menimbulkan kerusakan besar di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Lebih dari 6.000 orang meninggal dunia dan puluhan ribu lainnya mengalami luka-luka.

Kajian geologi juga mencatat retakan tanah, longsoran, hingga likuifaksi sebagai dampak gempa tersebut.

Badan Geologi saat kejadian menyatakan gempa Yogyakarta 2006 berkaitan dengan aktivitas sesar aktif di bagian selatan Yogyakarta. Pusat gempa berada di sekitar 25 kilometer barat daya Yogyakarta dengan kedalaman sekitar 17 kilometer.

Sejumlah penelitian setelah gempa kemudian memperkuat keterkaitan tersebut. Analisis data GPS menunjukkan pola pergeseran dan deformasi yang konsisten dengan keberadaan sesar berarah barat daya-timur laut yang dikenal sebagai Sesar Opak. Penelitian tersebut menyimpulkan aktivitas Sesar Opak berperan sebagai penyebab gempa 27 Mei 2006.

Namun, kajian ilmiah mengenai sumber gempa 2006 tidak sepenuhnya tunggal. Sejumlah penelitian mengindikasikan adanya struktur patahan lain di sebelah timur Sesar Opak yang juga dapat berperan dalam menghasilkan gempa tersebut.

Karena itu, secara ilmiah lebih tepat menyebut Sesar Opak sebagai sesar yang berkaitan erat dengan sumber gempa 2006, bukan menyederhanakannya sebagai satu-satunya struktur yang pasti menjadi sumber gempa.

 

Jejak Gempa Masih Terlihat

Jejak aktivitas Sesar Opak dapat diamati di sejumlah lokasi di Bantul. Salah satunya Sesar Opak Bukit Mengger di Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis.

Kawasan tersebut memperlihatkan singkapan jejak Sesar Opak dan menjadi lokasi untuk mempelajari aktivitas sesar yang masih berlangsung. Situs Geopark Jogja juga menyebut kawasan itu sebagai pengingat peristiwa Gempa Bantul pada 27 Mei 2006 yang digerakkan oleh Sesar Opak.

Penelitian geologi pascagempa 2006 menemukan deformasi bentang alam di sepanjang Zona Sesar Opak dan Zona Sesar Patuk. Deformasi tersebut antara lain berupa retakan tanah, longsoran batuan, dan likuifaksi.

 

Sesar Opak Masih Aktif

Aktivitas Sesar Opak tidak berhenti setelah gempa 2006. Sesar tersebut hingga kini masih dikategorikan aktif dan menjadi salah satu sumber gempa yang perlu diwaspadai di Yogyakarta.

Hal itu kembali terlihat dari gempa M3,5 yang mengguncang Bantul pada Kamis sore. BMKG menyatakan gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Opak.

Gempa terbaru itu dirasakan di Bantul dan Kota Yogyakarta dengan intensitas III MMI. Getaran juga dirasakan di sejumlah wilayah DIY dan Jawa Tengah dengan intensitas II MMI.

Hingga pukul 17.39 WIB, BMKG belum mencatat adanya gempa susulan maupun laporan kerusakan.

Rekomendasi