Kaltim Dikepung Api, 9.861 Titik Panas Terdeteksi

Pemerintah daerah turut mengamati adanya fluktuasi kemunculan titik panas jika membandingkan data historis rekapitulasi kebakaran lahan selama beberapa tahun terakhir.

Muhamad Agil Aliansyah
Oleh Muhamad Agil Aliansyah - Reporter
Kaltim Dikepung Api, 9.861 Titik Panas Terdeteksi
Pemadaman kebakaran hutan di Kalimatan Timur. (foto Antara).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur memastikan respons cepat dari tim gabungan untuk menangani puluhan titik panas yang berpotensi memicu perluasan kebakaran hutan dan lahan.

"Berdasarkan pemantauan hari ini di lapangan, kami mencatat keberadaan 24 titik panas yang tersebar di sejumlah wilayah kabupaten," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan di Samarinda, Jumat (21/8).

Buyung menjelaskan bahwa wilayah Kabupaten Paser saat ini menjadi daerah dengan konsentrasi sebaran karhutla paling tinggi dibandingkan daerah lainnya.

Selain kawasan Paser, pihaknya juga memantau ketat penanganan kebakaran di Kabupaten Berau yang terus direspons secara sigap oleh para petugas di lapangan.

"Kami terus memperkuat patroli dan menyiagakan minimal sepuluh personel pada setiap regu yang dibantu langsung oleh prajurit TNI, aparat kepolisian, serta relawan desa," ujar Buyung.

Pemerintah daerah turut mengamati adanya fluktuasi kemunculan titik panas jika membandingkan data historis rekapitulasi kebakaran lahan selama beberapa tahun terakhir.

Titik panas Kalimantan Timur (Kaltim) selama Agustus 2026 melampaui catatan saat El Nino pada Agustus 2015. Hingga 19 Agustus 2026, BMKG mencatat 9.861 hotspot di Kaltim, melampaui 9.793 hotspot sepanjang Agustus 2015.

"Lonjakan kemunculan titik api pada tahun sebelumnya menjadi evaluasi bagi kami untuk terus menyiagakan posko penanggulangan hingga tingkat tapak," tambah Buyung.

Upaya pengendalian titik api di lapangan nyatanya sering kali terhambat oleh minimnya akses jalan sehingga armada tangki air kesulitan untuk menjangkau lokasi secara langsung.

"Para petugas kami terpaksa menggunakan tangki air portabel bongkar pasang dan menyambung selang hingga sepanjang 200 meter demi membasahi lahan," tegas dia.

Pemerintah daerah kini juga tengah merancang usulan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca guna membasahi hamparan lahan rawan terbakar sekaligus mengisi embung pertanian warga, terutama di kawasan Ibu Kota Nusantara.

Strategi modifikasi cuaca tersebut diyakini pihaknya mampu menekan risiko kemunculan titik panas baru di tengah besarnya tantangan pergeseran arah angin yang sulit diprediksi.

Rekomendasi