Kepolisian Resor Mimika telah mengirim personel ke Distrik Jila untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) usai terjadi penyanderaan terhadap sembilan perempuan dilakukan kelompok bersenjata di wilayah tersebut.
Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengatakan, telah mengirim personel Brimob dan tim investigasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di wilayah itu.
"Hari ini kami sudah mengirim personel dan besok juga akan dilakukan pengiriman lagi, personel itu terdiri dari Brimob dan tim investigasi untuk melakukan olah TKP," ujar Alredo di Timika, Kamis (20/8), demikian dikutip dari Antara.
Advertisement
Situasi Distrik Jila
Alredo mengatakan situasi kamtibmas saat di Distrik Jila usai kejadian penyanderaan sembilan perempuan dan penembakan terhadap salah satu orang tua korban pada 17 Agustus 2026 kini berangsur mereda.
"Pascakejadian situasi masih landai tidak ada terjadi hal-hal lain, namun kami tetap waspada termasuk dalam pelaksanaan olah TKP dan pengejaran terhadap para pelaku," ujar dia.
Menurutnya, situasi yang terjadi di Distrik Jila bukanlah satu tindakan penyanderaan tetapi lebih pada tindakan penculikan karena para kelompok bersenjata tersebut tidak meminta tuntutan pascakejadian itu.
"Kami tidak bisa bilang itu penyanderaan, tapi penculikan karena tidak ada tuntutan yang diberikan.Kalau sandera kan harus ada tuntutan, kalau kategori penyanderaan belum bisa dikatakan penyanderaan," kata dia.
Aparat kepolisian juga belum dapat menyimpulkan kelompok bersenjata yang melalukan upaya membawa paksa sembilan orang perempuan terdiri dari anak-anak SD, gadis remaja dan seorang ibu yang sedang hamil muda dari kelompok mana dan dipimpin oleh siapa.
"Melalui olah TKP dan investigasi ini yang nanti akan mengungkapkan ini semua. Sehingga kami belum bisa menyimpulkan para pelaku ini dari kelompok mana.Namun kalau dilihat dari rentetan kejadian sebelumnya dimungkinkan mereka masih dalam satu rangkaian dan kelompok yang sama, tetapi dari kelompok yang mana ini yang sedang kami profiling," ujar Alredo.