Pasokan Listrik Utama di Flores Pulih 100 Persen, PLN Lanjut Fokus Bereskan Jaringan Pascagempa

Usai gempa M7,7, PLN memulihkan 11 gardu induk <12 jam. Daya mampu 111 MW; fokus distribusi, satu penyulang masih terganggu.

Nanda Perdana Putra
Oleh Nanda Perdana Putra - Reporter
Pasokan Listrik Utama di Flores Pulih 100 Persen, PLN Lanjut Fokus Bereskan Jaringan Pascagempa
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kedua dari kiri) didampingi Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Daniel Tampubolon (ketiga dari kiri) pada Minggu, (16/8/2926) meninjau langsung GI Rangko pascagempa yang melanda Flores, NTT.

PLN memastikan pasokan listrik utama di Flores, Nusa Tenggara Timur, kembali normal kurang dari 12 jam setelah gempa. Seluruh gardu induk yang sempat terdampak sudah beroperasi lagi sehingga aliran ke jaringan pelanggan bisa dipercepat.

Gempa berkekuatan M7,7 terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pagi. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo turun langsung ke lapangan untuk memimpin percepatan pemulihan kelistrikan di wilayah terdampak.

Setelah pasokan utama dipastikan siap, fokus pemulihan bergeser ke jaringan distribusi. Keselamatan masyarakat dan petugas tetap menjadi prioritas selama pekerjaan berlangsung.

Pasokan Utama Pulih, 11 Gardu Induk Kembali 100 Persen

Dalam waktu kurang dari 12 jam pascagempa, PLN menormalkan seluruh 11 Gardu Induk (GI) yang sebelumnya terdampak. Pemulihan ini menjadi langkah kunci untuk menstabilkan sistem dan mempercepat penyaluran ke tingkat distribusi.

Darmawan menyebut daya mampu pasok telah mencukupi kebutuhan beban saat ini maupun kondisi normal.

“Alhamdulillah, dari sisi pembangkitan Daya Mampu Pasok sudah mencapai 111 MW. Ini lebih dari cukup untuk melayani beban saat ini sekitar 95 MW maupun kondisi normal sekitar 105 MW. Seluruh 11 Gardu Induk juga sudah pulih 100 persen. Artinya, dari sisi pasokan utama kita sudah sangat siap,” ujar Darmawan, Minggu (16/8/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pihak yang membantu percepatan pemulihan di lapangan.

“Terima kasih atas dukungan dan kolaborasi Pemerintah Daerah, BPBD, TNI, dan Polri yang bersama-sama mendukung upaya pemulihan PLN di lapangan. Sinergi ini sangat membantu kami menghadapi berbagai tantangan dan mempercepat proses pemulihan kelistrikan di wilayah terdampak,” tambah Darmawan.

Distribusi Dikebut, Satu Penyulang Masih Terganggu

Setelah sistem pasokan utama kembali siap, pekerjaan diarahkan pada penormalan jaringan distribusi. PLN menyebut masih ada satu penyulang yang mengalami gangguan akibat dampak gempa dan longsor.

Di lapangan, sejumlah tiang listrik dilaporkan roboh dan patah. Perbaikan dan penggantian komponen yang rusak digelar paralel untuk mempercepat penyalaan pelanggan.

“Seluruh kekuatan dan personel kami kerahkan secara all-out untuk memperbaiki dan mengganti tiang-tiang yang rusak. Kami berharap penyulang yang masih mengalami gangguan dapat segera dipulihkan hari ini, sepanjang kondisi kebencanaan memungkinkan,” kata Darmawan.

PLN Fokus Nagekeo dan Reo, Koordinasi Ketat

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menjelaskan dua wilayah dengan dampak cukup berat adalah Kabupaten Nagekeo dan Reo. PLN melakukan pemetaan rinci terhadap titik kerusakan dan kebutuhan material di lokasi.

“Kami mengerahkan personel, material, dan peralatan secara masif dan terfokus ke wilayah Nagekeo dan Reo. Apabila diperlukan, dukungan tambahan akan segera dimobilisasi dari wilayah lain untuk mempercepat pemulihan jaringan dan memastikan pelanggan di wilayah terdampak dapat kembali mendapatkan pasokan listrik,” ujar Eko.

Menurut Eko, penanganan terus dikawal hingga seluruh pelanggan kembali menyala. Koordinasi erat dilakukan bersama Pemerintah Daerah, BPBD, TNI, dan Polri agar pekerjaan berlangsung cepat serta aman, terlebih di tengah gempa susulan.

“Kami akan terus mengawal langsung sampai seluruh pelanggan kembali menyala. Namun, di tengah kondisi gempa susulan yang masih terjadi, keselamatan personel tetap menjadi prioritas. Kita harus bergerak cepat, tetapi tetap memastikan setiap langkah di lapangan dilakukan dengan aman,” tegasnya.

Listrik Fasilitas Vital Jadi Prioritas

PLN memprioritaskan penyaluran listrik bagi fasilitas publik dan vital, antara lain rumah sakit, bandar udara, kantor pemerintahan, tempat pengungsian, serta layanan masyarakat lainnya. Keandalan pasokan dibutuhkan untuk penanganan korban gempa dan keberlangsungan layanan dasar.

PLN menegaskan tim tetap berada di lapangan dan bekerja bersama seluruh pemangku kepentingan sampai kondisi kelistrikan kembali stabil di seluruh wilayah terdampak.

“PLN akan terus berada di lapangan dan bekerja bersama seluruh pihak hingga kondisi kelistrikan kembali normal. Kecepatan pemulihan penting, tetapi keselamatan masyarakat dan petugas tetap menjadi yang utama,” imbuh Eko.

Rekomendasi