PLN IP Garap Proyek Rp3,3 T dan Incar Pasar Asia Pasifik

Akselerasi transisi energi, PLN IP boyong proyek PLTS-BESS Rp3,3 triliun dan siap bawa kapabilitas MRO nasional tembus pasar Asia Pasifik.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
PLN IP Garap Proyek Rp3,3 T dan Incar Pasar Asia Pasifik
PLN Indonesia Power (PLN IP) UBP Priok menyiagakan 20 unit dengan Daya Mampu Pasok 2.777,42 MW guna menjaga pasokan listrik aman dan andal selama Ramadhan sampai dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah.

PT PLN Indonesia Power (PLN IP) Group berkomitmen dalam mengakselerasi transisi energi nasional sekaligus memperkuat fondasi bisnis perusahaan. Langkah ini diwujudkan melalui penandatanganan tiga kerja sama strategis dengan sejumlah mitra industri di ajang Electricity Connect 2026 yang berlangsung di Tangerang, Banten.

Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menjelaskan bahwa ketiga kemitraan tersebut berfokus pada pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berteknologi battery energy storage system (BESS), penguatan layanan maintenance, repair, and overhaul (MRO), hingga peningkatan kapasitas MRO nasional untuk membidik pasar Asia Pasifik.

"Kami ingin transisi energi memberikan nilai tambah yang lebih luas. Bukan hanya menghadirkan energi yang lebih bersih, tetapi juga menciptakan efisiensi, memperkuat industri dalam negeri, meningkatkan TKDN, dan membangun kapabilitas Indonesia agar semakin kompetitif di tingkat regional," ujar Bernadus dikutip dari Antara, Jumat (25/9).

Kemitraan pertama terjalin antara PLN Indonesia Power dan PT ACE Energy Service (ACEES) untuk menggarap proyek dedieselisasi di 10 kawasan terisolasi di Sulawesi Tengah. Proyek bernilai investasi sekitar Rp3,3 triliun ini memiliki potensi kapasitas PLTS sebesar 60 MWp dan BESS 200 MWh, dengan dukungan pendanaan dari konsorsium perbankan Indonesia dan Korea.

Selain memanfaatkan modul surya produksi lokal dari PT Trina Mas Agra Indonesia guna mendongkrak Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), proyek ini berpotensi memangkas biaya pokok penyediaan (BPP) listrik hingga Rp1.000 per kWh, disesuaikan dengan kondisi sistem setempat.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN Indonesia Power, Julita Indah, menegaskan bahwa kombinasi PLTS dan BESS menjadi jawaban tepat bagi daerah yang selama ini bergantung pada pembangkit diesel.

"Integrasi PLTS dan BESS memberikan dua manfaat sekaligus, yaitu meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan dan menekan ketergantungan terhadap bahan bakar diesel. Dengan sistem penyimpanan energi, pasokan listrik dari PLTS dapat dikelola lebih optimal sehingga keandalan sistem tetap terjaga sekaligus memberikan potensi efisiensi biaya penyediaan listrik," terangnya.

Modernisasi Aset dan Pemeliharaan Pembangkit

Dari sisi pemeliharaan aset, anak usaha PLN IP, yaitu PLN Indonesia Power Services (PLN IP Services), menggandeng PT ABB Sakti Industri. Kerjasama ini bertujuan meningkatkan mutu layanan pemeliharaan, penyediaan suku cadang, hingga life assessment pada generator, motor, dan variable speed drive (VSD)/inverter. Kolaborasi ini memadukan rekam jejak PLN IP Services dengan keahlian teknis ABB untuk menjaga keberlanjutan fungsi operasional pembangkit.

Pada pilar ketiga, PLN IP Services bersinergi dengan PT Barata Indonesia (Persero) dan Technofit Sdn Bhd untuk membangun pusat MRO turbin serta rotating equipment di Plant PKT Cilegon.

Dalam skema ini, PLN IP Services bertindak sebagai penyedia solusi dan pelaksana di lapangan, Barata Indonesia mendukung fasilitas heavy workshop dan manufaktur, sedangkan Technofit menyuplai teknologi serta jaringan teknis internasional. Sinergi ini juga mencakup alih teknologi, pengembangan SDM, serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

Bernadus menambahkan bahwa seluruh upaya ini membentuk ekosistem energi terpadu—mulai dari penyediaan energi bersih, penekanan biaya, hingga penguatan kapasitas manufaktur lokal.

"Pengembangan kapabilitas MRO tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan Indonesia dalam pemeliharaan, perbaikan, overhaul, dan life extension turbin serta rotating equipment, sekaligus membuka peluang layanan MRO nasional untuk masuk ke pasar Asia Pasifik," pungkasnya.

Rekomendasi