Kasus Challenge Hafalan Alquran Berhadiah Miras Diadukan ke Bareskrim

ALMI melayangkan aduan ke Bareskrim soal video Hafalan Alquran Berhadiah Miras di The Sounds Project.

Devira Prastiwi
Oleh Devira Prastiwi - Reporter
Kasus Challenge Hafalan Alquran Berhadiah Miras Diadukan ke Bareskrim
Asosiasi Lawyer Muslim Indonesia (ALMI) melayangkan aduan masyarakat (dumas) ke Bareskrim Mabes Polri terkait dugaan penistaan agama. (Liputan6.com/Devira)

Asosiasi Lawyer Muslim Indonesia (ALMI) melayangkan pengaduan masyarakat (dumas) ke Bareskrim Mabes Polri terkait dugaan penistaan agama setelah video tantangan hafalan Alquran berhadiah minuman keras viral di media sosial.

Video tersebut memperlihatkan dugaan challenge hafalan Alquran dengan hadiah minuman keras di sebuah booth sponsor dalam gelaran The Sounds Project di Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

Perwakilan ALMI, Abdul Hakim, mengatakan pihaknya meminta penyidik memanggil dan memeriksa seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

"Yang kita laporkan hari ini sebenarnya tidak menyebutkan satu per satu, kita ingin semua yang terlibat dalam konteks ini, baik MC, event organizer, dan yang punya merek alkohol, harusnya memang dipanggil oleh penyidik," ujar Abdul di Mabes Polri, Selasa (11/8/2026).

Ia menilai penyelenggaraan challenge yang melibatkan ayat-ayat suci bermasalah dari segi etika dan moral.

"Maka, hari ini kita uji secara hukum itu bagaimana, karena bagaimana pun tindakan seperti ini sangat merendahkan, menyinggung perasaan agama, menyinggung nilai agama," ucap dia.
"Maka kami melakukan dumas (pengaduan masyarakat) ini biar tidak terjadi main hakim sendiri atau demonstrasi di luar. Maka kita melakukan langkah hukum ini untuk memastikan apakah tindakan ini mengandung penistaan agama atau tidak, biar nanti penyidik yang mendalami tersebut," tambahnya.

Proses Berjalan

Pengacara ALMI, Zainul Arifin, menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan penyidik Bareskrim terkait aduan tersebut. Dari komunikasi itu, perkara dimaknai bukan delik aduan karena telah menjadi perhatian publik.

"Terkait dengan laporan polisi tadi kami berkoordinasi dengan teman-teman penyidik di atas, yang mereka menyampaikan bahwa ini bukan merupakan delik aduan. Artinya, penegak hukum boleh melakukan tindakan hukum sepanjang ini menjadi atensi publik," ujarnya di Mabes Polri.

Zainul menambahkan, Polda Metro Jaya sebelumnya sudah memulai langkah penyelidikan sehingga ALMI memberi ruang bagi kepolisian daerah untuk menangani perkara ini.

"Namun penyidik berjanji akan memproses aduan masyarakat ini, karena tidak akan memetakan wilayah mana yang bertanggung jawab, apakah Bareskrim ataukah Polda Metro Jaya," kata Zainul.

Ia menyampaikan Bareskrim akan proaktif menindaklanjuti setiap laporan masyarakat yang masuk mengenai kasus tersebut.

"Dan kami siap untuk mengawal proses itu," terang Zainul.

Pengawalan Kasus

Zainul mengapresiasi upaya kepolisian yang telah melakukan penyelidikan, seraya menegaskan pentingnya pengawalan agar penanganan berjalan menyeluruh.

"Kita tahu bahwa aparat penegak hukum sudah melakukan pola-pola penindakan berupa penyelidikan, namun barang tentu kita harus menjaga dan mengawal ini," ucap dia.

Ia menduga ada pihak lain yang berperan di balik kegiatan tersebut, termasuk unsur sponsor minuman beralkohol.

"Karena kita tahu pasti ada orang-orang besar di balik apa peristiwa ini, kita tahu orang-orang yang bermain dalam hal alkohol ini tidak mungkin orang kecil. Maka dari itu, kami datang untuk mengawal penegakan hukum," sambung Zainul.

ALMI menilai proses hukum harus menyingkap seluruh keterlibatan, mulai dari penyelenggara acara hingga individu yang tampak dalam video.

"Maka dari itu, ini merupakan tantangan buat aparat penegak hukum untuk membongkar habis terkait dengan pihak-pihak yang terlibat, siapa penyelenggaranya, siapa EO-nya, siapa MC-nya, siapa perempuan itu yang mengucapkan lafaz ayat Ad-Duha, dan juga siapa yang yang minum alkohol itu. Maka dari itu, penegakan hukum harus terang, harus jelas," papar Zainul.

Zainul juga mengingatkan kemungkinan langkah lanjutan bila aparat tidak bertindak tegas.

"Kalau ini tidak dilakukan, maka kami akan melakukan aksi-aksi yang lebih besar. Pada tentu kami akan melakukan aksi-aksi demonstrasi ke jalan. Maka ini penting teguran kami buat aparat penegak hukum, khususnya Bareskrim, untuk menindak tegas terkait dengan peristiwa ini," tandas Zainul.
Rekomendasi