Babak Baru Kebakaran KMP Mutiara Sentosa, 7 Saksi Diperiksa Polisi

Proses penyelidikan dilakukan menggunakan metode Scientific Crime Investigation (SCI).

Erwin yohanes
Oleh Erwin yohanes - Reporter
Babak Baru Kebakaran KMP Mutiara Sentosa, 7 Saksi Diperiksa Polisi
KMP Mutiara Sentosa II

Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur mulai mengusut penyebab kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2. Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa tujuh orang saksi sebagai bagian dari penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

Direktur Polairud Polda Jatim Kombes Pol Arman Asmara mengatakan, proses penyelidikan dilakukan menggunakan metode Scientific Crime Investigation (SCI). Melalui pendekatan tersebut, penyidik menelusuri seluruh rangkaian operasional kapal, mulai dari proses keberangkatan hingga terjadinya kebakaran.

"Penyelidikan dimulai dari pemeriksaan kendaraan dan penumpang yang masuk melalui pelabuhan. Setiap penanggung jawab terkait akan dimintai keterangan," ujar Arman.

Menurutnya, perkara tersebut masih berada pada tahap penyelidikan awal sehingga jumlah saksi yang diperiksa masih dapat bertambah seiring berkembangnya proses penyidikan.

"Statusnya masih lidik, penyelidikan baru dimulai. Saat ini sudah ada tujuh saksi yang kami panggil dan periksa," katanya.

Selain memeriksa para saksi, penyidik juga membuka kemungkinan menelusuri proses penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), memeriksa dokumen manifes penumpang maupun muatan kapal, serta meminta keterangan dari korban maupun penumpang yang selamat.

Arman belum membeberkan identitas maupun latar belakang ketujuh saksi tersebut. Ia hanya menyebut seluruh pemeriksaan masih dilakukan oleh Subdirektorat Penegakan Hukum (Subdit Gakkum) Ditpolairud Polda Jatim.

"Jumlah saksi akan terus berkembang. Harapannya, dari seluruh keterangan yang dikumpulkan, penyebab dugaan kebakaran kapal bisa terungkap secara terang benderang," tuturnya.

Ia menambahkan, penyidik saat ini juga mengumpulkan berbagai dokumen, barang bukti, dan fakta pendukung lainnya. Seluruh proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dengan menelusuri setiap tahapan operasional kapal dari hulu hingga hilir.

"Semua fakta, mulai dari dokumen hingga barang bukti lainnya, masih terus kami dalami. Penyelidikan tidak hanya melihat satu aspek, tetapi seluruh rangkaian yang berkaitan dengan peristiwa kebakaran kapal," pungkasnya.

Rekomendasi