PT Bank BCA Syariah melaporkan bahwa emas masih menjadi instrumen investasi pilihan masyarakat untuk jangka panjang.
Direktur BCA Syariah, Pranata mengatakan, hal ini tercermin dari pertumbuhan pembiayaan emas perseroan yang naik 127,6 persen dari Rp301 miliar pada Juni 2025, menjadi Rp684 miliar per Juni 2026.
"Jadi kita dari BCA Syariah memandang, instrumen emas ini adalah instrumen untuk investasi jangka panjang,” kata Pranata dikutip dari Antara, Selasa (11/8).
Lebih lanjut, ia mengatakan performa pembiayaan emas BCA Syariah ditopang oleh fitur pengajuan pembiayaan Emas iB di new mobile banking Bsya.
Selain pengajuan secara digital yang semakin memudahkan nasabah, Pranata mengatakan perseroan juga menurunkan minimum gramasi emas yang dapat dibiayai.
Jika sebelumnya minimum pembiayaan sebesar 10 gram, kini nasabah dapat mengajukan pembiayaan mulai dari 5 gram. "Dulu minimumnya 10 gram, sekarang nasabah atau calon nasabah kita 5 gram sudah bisa. Selain itu, kalau tahun lalu hanya bisa Antam, tahun ini bisa Antam, lalu juga Galeri 24 dan Hartadinata," ujar dia.
Pranata menilai, kenaikan harga emas mencapai lebih dari 200 persen dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Meskipun memang harga emas bersifat fluktuatif imbas dinamika ekonomi secara global, ia mengatakan emas masih menjadi instrumen paling menarik dan aman saat ini.
Advertisement
Prospek ke Depan
"Kalau kita lihat secara prospek ke depan, emas itu masih tetap menarik. Dan kalau kita lihat pun, walaupun animonya tidak setinggi di awal tahun, tapi kita lihat semakin banyak nasabah kita pun yang sudah paham, bahkan memandang emas itu adalah investasi jangka panjang," jelas Pranata.
"Nah, dengan demikian kita masih melihat potensi itu emas sebagai investasi jangka panjang, sebagai alternatif juga salah satunya," katanya.
Selain itu, Pranata juga mengingatkan masyarakat untuk terus memperkaya diri dengan pengetahuan dan literasi terkait keuangan dan investasi, agar tetap bijak dalam pengelolaannya.
"Kalau untuk investasi kan kita taruh di satu basket atau satu keranjang semua, itu kan kurang bagus. Jadi memang kita juga selalu memberikan pemahaman kepada nasabah, emas itu adalah satu basket yang cukup bagus untuk jangka panjang. Nah, sekarang kita lihat potensi ke depan, kita masih melihat, tetap bagus untuk prospeknya," katanya.