Jejak Karier Dua Wamenkeu Baru Prabowo: Luky Alfirman dan Nurkholisoh

Prabowo melantik dua Wamenkeu, Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman. Ini latar belakang dan riwayat jabatan keduanya.

Arthur Gideon
Oleh Arthur Gideon - Reporter
Jejak Karier Dua Wamenkeu Baru Prabowo: Luky Alfirman dan Nurkholisoh
<p>Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu Luky Alfirman saat konferensi pers APBN Kita Periode 15 Maret 2024, di Kantor Kementerian Keuangan, Senin (25/3/2024). (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)</p>

Presiden Prabowo Subianto melantik dua Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman, di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pengangkatan dan pengambilan sumpah keduanya dilakukan bersamaan dengan pelantikan sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih.

Dengan bergabungnya Luky dan Nurkholisoh, Menteri Keuangan Suahasil Nazara kini memiliki tiga wakil bersama Juda Agung yang lebih dulu menjabat.

Luky merupakan birokrat lama Kementerian Keuangan, sedangkan Nurkholisoh berasal dari Bank Indonesia dengan latar akademik ekonomi dan keuangan. Berikut ringkasan profil keduanya.

Luky Alfirman memulai karier sebagai aparatur sipil negara di Kementerian Keuangan pada 1 Maret 1995. Sejak itu, ia menempati beragam posisi strategis di lingkungan kementerian.

Latar pendidikannya berawal dari Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia kemudian melanjutkan studi ke University of Colorado, Boulder, Amerika Serikat, dan meraih gelar Master of Arts (MA) serta Doctor of Philosophy (PhD) di bidang ekonomi.

Di Kementerian Keuangan, Luky pernah menjadi Kepala Subdirektorat Potensi Perpajakan, Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana, Kepala Subdirektorat Manajemen Transformasi, hingga Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama.

Ia juga dipercaya memimpin unit analitik kebijakan, antara lain sebagai Kepala Pusat Kebijakan APBN, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, serta Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan di Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan.

Luky kemudian menduduki jabatan Direktur Jenderal Anggaran. Pada April 2026, Menteri Keuangan saat itu, Purbaya Yudhi Sadewa, mencopot Luky dari posisi tersebut. Keputusan itu efektif sejak 21 April 2026 dan jabatan Dirjen Anggaran untuk sementara diisi pelaksana harian.

Beberapa bulan setelah pencopotan tersebut, Luky kembali ke Kementerian Keuangan sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Latar Belakang Nurkholisoh Ibnu Aman

Berbeda dengan Luky, Nurkholisoh Ibnu Aman dikenal sebagai ekonom dan peneliti di Bank Indonesia.

Nurkholisoh tercatat menjabat sebagai Senior Researcher di Bank Indonesia sejak November 2024. Dalam peran itu, ia memimpin beragam proyek penelitian terkait kebijakan dan mendukung proses pengambilan keputusan di bank sentral. Bidang riset yang tercatat meliputi perbankan, kebijakan moneter, keuangan, makroekonomi, dan struktur pasar keuangan.

Sebelum menjadi Senior Researcher, ia menempuh pendidikan doktoral di University of Edinburgh Business School pada 2020–2025 dan meraih gelar PhD di bidang Finance.

Pendidikan sebelumnya mencakup Master of Business Administration (MBA) dari The University of Chicago Booth School of Business pada 2010–2012.

Ia juga meraih gelar Master of Science (M.Sc.) dari Chalmers University of Technology pada 2002–2004 dan Bachelor of Engineering (B.Eng.) dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1997–2002. Selain itu, ia mengikuti program musim panas di London School of Economics and Political Science (LSE) pada 2008.

Rekomendasi