Bahlil Lahadalia kini resmi memegang dua jabatan sekaligus di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Bahlil secara resmi dilantik sebagai Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Energi pada Kamis (1/10/2026), sekaligus tetap menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta. Bahlil mengatakan penugasan rangkap jabatan itu merupakan amanah langsung dari Presiden Prabowo untuk memastikan tugas di sektor energi tetap berjalan.
"Amanah dari Bapak Presiden untuk bangsa dan negara. Memang saya dapat telepon dari Pak Seskab, untuk Menko merangkap Menteri ESDM. Kita jalankan semua tugas dari Bapak Presiden," kata Bahlil, dikutip dari Liputan6.com, Kamis (1/10/2026).
Dengan penugasan baru tersebut, laporan harta kekayaan Bahlil sebagai penyelenggara negara kembali menjadi perhatian.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Desember 2025, Bahlil tercatat memiliki total harta kekayaan Rp 344.415.518.982.
Advertisement
Tanah dan Bangunan Bahlil Capai Rp 322,38 Miliar
Sebagian besar kekayaan Bahlil berasal dari aset berupa tanah dan bangunan. Nilainya mencapai sekitar Rp322,38 miliar atau sekitar 94 persen dari total kekayaannya.
Dalam laporan LHKPN, Bahlil tercatat memiliki sejumlah aset tanah dan bangunan yang tersebar di Jayapura, Gianyar, Jakarta Selatan, Sragen, hingga Sleman.
Beberapa di antaranya yakni:
- Tanah dan bangunan seluas 717 m²/164,25 m² di Jayapura senilai Rp11,11 miliar.
- Tanah dan bangunan seluas 278 m²/400 m² di Jayapura senilai Rp4,95 miliar.
- Tanah dan bangunan seluas 1.600 m²/1.500 m² di Jayapura senilai Rp45,9 miliar.
- Tanah seluas 509 m² di Jayapura senilai Rp22,95 miliar.
- Tanah dan bangunan seluas 112 m²/300 m² di Jayapura senilai Rp5,87 miliar.
- Tanah dan bangunan seluas 120 m²/300 m² di Jayapura senilai Rp5,87 miliar.
- Tanah dan bangunan seluas 424 m²/1.200 m² di Jayapura senilai Rp46,8 miliar.
- Tanah dan bangunan seluas 2.000 m²/1.500 m² di Gianyar senilai Rp53,55 miliar.
- Tanah seluas 2.490 m² di Jayapura senilai Rp1,65 miliar.
- Tanah seluas 939 m² di Jayapura senilai Rp1,12 miliar.
- Tanah seluas 2.490 m² di Jayapura senilai Rp1,67 miliar.
- Tanah seluas 1.350 m² di Jayapura senilai Rp17,34 miliar.
- Tanah dan bangunan seluas 420 m²/600 m² di Jakarta Selatan senilai Rp35,36 miliar.
- Tanah dan bangunan seluas 579 m²/800 m² di Jakarta Selatan senilai Rp46,8 miliar.
- Tanah dan bangunan seluas 750 m²/1.200 m² di Jayapura senilai Rp11,25 miliar.
- Tanah dan bangunan seluas 68 m²/195 m² di Jayapura senilai Rp7,74 miliar.
- Tanah seluas 335 m² di Sragen senilai Rp550 juta.
- Tanah seluas 335 m² di Sleman senilai Rp1,05 miliar.
Advertisement
Bahlil Cuma Punya 2 Mobil Senilai Rp 75,27 Juta
Untuk alat transportasi, Bahlil tercatat memiliki dua kendaraan dengan total nilai sekitar Rp75,27 juta.
Keduanya yakni:
- Toyota Harrier tahun 2007 senilai Rp44,217 juta.
- Honda CR-V tahun 2010 senilai Rp31,059 juta.
Advertisement
Punya Surat Berharga Rp1,61 Miliar
Selain properti dan kendaraan, Bahlil juga tercatat memiliki surat berharga senilai Rp1,6125 miliar.
Sementara itu, kas dan setara kas yang dilaporkan mencapai Rp20,346 miliar.
Dalam rincian LHKPN yang menjadi dasar data tersebut, harta bergerak lainnya, harta lainnya, serta hutang tercatat nihil atau nol rupiah.
Dengan demikian, total kekayaan Bahlil berdasarkan LHKPN per 31 Desember 2025 mencapai Rp 344,415 miliar.