Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta menjelaskan alasan pemadaman kebakaran di Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta memakan waktu lama. Petugas harus memastikan tidak ada titik api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran kembali serta mencegah perambatan ke lantai lain.
Laporan kebakaran di Gedung Bapenda DKI, Jalan Abdul Muis No. 66, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, diterima pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. Sembilan menit kemudian, unit Gulkarmat tiba di lokasi.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman awal dan melanjutkan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan keamanan area terdampak.
Advertisement
Penyisiran Lantai 10–12 di Gedung Bapenda DKI
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara, menyebut tim bertahan di lantai 10 untuk memastikan api tidak merambat ke lantai lain.
“Memang tadi agak lama karena anggota kami bertahan di lantai 10 untuk memastikan tidak ada perambatan,” ujar Bayu di lokasi.
Menurut Bayu, hingga dini hari, penyisiran masih dilakukan ke lantai atas untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. Ia menyebut tim sudah bergerak hingga lantai 12.
“Kami bertahan di lantai 10 untuk memastikan tidak ada perambatan kembali. Saat ini teman-teman masih menyisir, sekarang sudah ada di lantai 12,” kata Bayu.
Setelah hampir lima jam berjibaku, upaya penanganan memasuki tahap pendinginan.
“Alhamdulillah sudah mulai pendinginan,” kata Bayu.
Advertisement
Angin Kencang Jadi Kendala Pemadaman
Bayu menjelaskan, kondisi angin di sekitar lokasi sempat menyulitkan proses pemadaman. Hembusan yang cukup kencang beberapa kali membuat api kembali membesar.
“Kita tahu ya cuaca Jakarta, angin terasa agak sedikit cukup kencang. Itu yang menjadi pemicu kembali untuk timbulnya kebakaran,” ujarnya.
Akibat kondisi tersebut, kobaran api sempat merambat sehingga petugas harus melakukan penanganan tambahan sebelum melanjutkan tahap pendinginan.
Advertisement
Asal Api Diduga dari Ruang Server, Satu Korban Dievakuasi
Api diduga bermula dari ruang server di lantai 11. Namun, penyebab pasti masih diselidiki oleh petugas.
“Dugaan penyebab masih dalam penyelidikan. Diduga api berasal dari ruang server lantai 11,” kata Triyanto, Sabtu (8/8/2026).
Dalam kejadian ini, seorang warga berinisial G (30) berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Korban kemudian dibawa ke RS Tarakan untuk mendapatkan perawatan.
Untuk penanganan kebakaran, dikerahkan 30 unit mobil pemadam dan 185 personel. Tiga unit Bronto Skylift juga diterjunkan untuk menjangkau bagian atas gedung.