Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong telah mengambil langkah cepat dalam menangani dampak kekeringan di wilayahnya. Pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sausu kini disalurkan kepada warga terdampak di Desa Sausu Taliabo, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Upaya ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar sekitar 100 kepala keluarga yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, mengonfirmasi bahwa suplai air telah dimulai sejak Jumat (7/8). Penyaluran air bersih ini menggunakan mobil tangki air (MTA) milik BPBD Sulawesi Tengah. Kondisi kekeringan ini dilaporkan semakin parah pada bulan Agustus setelah terjadi sejak Maret 2026.
Sebanyak 5 ribu liter air bersih dipasok sebagai penanganan darurat untuk kebutuhan dua hari ke depan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menyuplai air bersih dan sedang merencanakan langkah konkret jangka panjang. Pertemuan lintas sektor dijadwalkan pada Senin, 10 Agustus 2026, guna membahas penanggulangan bencana ini secara komprehensif.
Advertisement
Advertisement
Penanganan Darurat Air Bersih di Parigi Moutong
Dalam upaya mitigasi dampak kekeringan, BPBD Parigi Moutong secara aktif menyalurkan air bersih kepada masyarakat. Sebanyak 5 ribu liter air telah dipasok menggunakan mobil tangki air (MTA) milik BPBD Sulawesi Tengah. Jumlah ini diperkirakan cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga selama dua hari ke depan, sebelum suplai berikutnya dikirimkan.
Moh Rivai menjelaskan bahwa pasokan air bersih ini merupakan inisiatif darurat untuk memastikan ketersediaan air bagi sekitar 100 kepala keluarga yang terdampak. "Kurang lebih 100 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan di Dusun V Desa Sausu Taliabo, Kecamatan Sausu. Pengadaan air bersih disuplai sejak Jumat (7/8)," kata Rivai. Selain pasokan melalui MTA, BPBD Parigi Moutong juga menyediakan dua buah tandon pendampingan air. Tandon ini berfungsi sebagai titik distribusi air bagi warga di Dusun V Desa Sausu Taliabo.
Hingga saat ini, belum ada relawan yang turut membantu dalam penanganan langsung di lapangan. "Sejauh ini belum ada relawan ikut membantu penanganan. Kami mengambil inisiatif untuk memenuhi kebutuhan dua hari pakai air bersih, setelah itu disuplai kembali," ujarnya. Namun, pemerintah daerah terus berupaya maksimal dengan sumber daya yang ada. Rivai meminta warga terdampak untuk bersabar karena pemerintah berkomitmen penuh dalam melakukan langkah-langkah penanggulangan terbaik.
Advertisement
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong juga telah menjadwalkan pertemuan lintas sektor pada Senin, 10 Agustus 2026. Pertemuan ini akan membahas langkah-langkah konkret dan penambahan sarana prasarana untuk penanggulangan kekeringan. Diharapkan, dari pertemuan tersebut akan lahir solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis air bersih.
Advertisement
Penyebab dan Dampak Kekeringan di Sausu Taliabo
Kekeringan yang melanda Desa Sausu Taliabo dipicu oleh kurangnya curah hujan dalam jangka waktu yang lama, atau fenomena kemarau. Hasil kaji cepat BPBD setempat menunjukkan bahwa kondisi ini telah menyebabkan sumur-sumur air bersih milik warga mengering. Akibatnya, masyarakat kesulitan mendapatkan akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Kelangkaan air bersih ini dilaporkan sudah terjadi sejak Maret 2026, dan kondisinya semakin memburuk pada bulan Agustus. "Kelangkaan air bersih sudah terjadi sejak Maret 2026. Kondisi itu semakin parah pada bulan Agustus akibat rendahnya curah hujan, menyebabkan sumber-sumber air, khususnya sumur warga mengering," ucap Rivai. Penurunan drastis curah hujan menjadi faktor utama yang menyebabkan sumber-sumber air, terutama sumur warga, tidak lagi berfungsi. Situasi ini menimbulkan tantangan besar bagi kehidupan sehari-hari 100 kepala keluarga di Dusun V Desa Sausu Taliabo.
Dampak kekeringan tidak hanya terbatas pada ketersediaan air minum, tetapi juga berpotensi mengganggu sanitasi dan kebersihan. BPBD Parigi Moutong terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Tujuannya adalah untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Advertisement
Masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam upaya penghematan air selama masa krisis ini. Pemerintah daerah juga akan terus menginformasikan perkembangan penanganan kekeringan kepada publik. Komitmen untuk mencari solusi terbaik bagi warga terdampak tetap menjadi prioritas utama.
Sumber: AntaraNews